Menjelang arus mudik dan arus balik Lebaran, Korlantas Polri menyiapkan strategi berbasis teknologi untuk memastikan kelancaran perjalanan di jalan tol. Sistem radar dan traffic counting menjadi andalan sebelum memutuskan penerapan contraflow hingga one way nasional. Sebagai informasi, traffic counting atau penghitungan lalu lintas adalah survei teknik lalu lintas untuk menghitung volume dan jenis kendaraan yang melintas di titik atau ruas jalan tertentu dalam periode waktu tertentu. Penerapan contra flow di jalan tol Jakarta - Cikampek mulai Km 47 hingga Km 65, Sabtu (21/12/2024). Data ini krusial untuk perencanaan, manajemen, dan analisis operasional infrastruktur jalan, serta untuk menentukan tingkat kepadatan Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho, mengatakan kesiapan pihaknya dalam mengelola arus kendaraan dengan pendekatan digital dan kolaboratif bersama para pemangku kepentingan. “Berkaitan dengan tata kelola jalan tol tentunya pada saat puncak arus nanti, apakah menghadapi arus mudik dan balik, tentunya Korlantas Polri dengan stakeholder akan selalu berkolaborasi,” ujar Agus, dalam keterangan tertulis (28/2/2026). Jadwal dan lokasi jalan tol yang menerapkan one way. Menurutnya, manajemen dan rekayasa lalu lintas akan dijalankan berbasis teknologi digital, mulai dari alih arus, penjagaan, hingga penerapan contraflow dan one way nasional. “Korlantas Polri menggunakan teknologi digital saat akan melakukan manajemen rekayasa lalu lintas, baik alih arus, baik penjagaan, hingga contraflow, one way nasional, dan seterusnya,” ucap Agus. Penerapan contraflow tidak dilakukan sembarangan. Ada parameter ketat yang dipantau secara real time untuk memastikan kebijakan tersebut efektif dalam mengurai kepadatan. Situasi one way arus balik menuju Jakarta di Gerbang Tol Kalikangkung Semarang, Senin (7/4/2025). “Pada saat arus mudik dan arus balik tentunya kami akan melakukan rekayasa lalu lintas contraflow, inipun juga ada parameter-parameter bagaimana kami mengeksekusi, sehingga kami bisa memperlancar perjalanan para pemudik, dan termasuk arus balik,” kata dia. Salah satu indikator utama adalah jumlah kendaraan per jam yang terpantau melalui radar dan sistem traffic counting. “Parameter itu tentunya akan kita lihat radar, ketika satu jam berturut-turut 4.500 hingga 5.000 dalam satu jam, ini akan kami berlakukan contraflow lajur 1. Demikian juga apabila sudah 6.400, ini juga akan kami melakukan contraflow lajur 2,” ujarnya. Sejumlah kendaraan melintasi KM 189 di Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon Jawa Barat, pada Rabu (26/3/2025/ siang. Jika lonjakan kendaraan terus meningkat dan contraflow dua lajur sudah diterapkan, maka opsi one way nasional menjadi langkah berikutnya. Keputusan tersebut diambil berdasarkan pembaruan data terkini dari berbagai perangkat pemantauan, termasuk drone presisi dan radar milik Jasa Marga. “Kita akan melakukan one way nasional atau one way sepenggal di wilayah one way nasional, tentunya update terakhir dari teknologi pemantauan arus lalu lintas, baik itu melalui drone presisi, juga radar yang ada di Jasa Marga,” kata Agus. PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mendukung kebijakan diskresi Kepolisian dengan membuka akses pintu masuk contraflow KM 55 sampai dengan KM 65 arah Cikampek Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek pukul 12.08 WIB. “Tentunya traffic counting yang sudah cukup tinggi, termasuk contraflow 2 lajur, nanti akan kita buka one way nasional. Itulah cara-cara Korlantas hadir bekerja menggunakan teknologi dan update traffic counting, termasuk flow di bidang lintas akan kami hitung dengan cara-cara teknologi,” ucap dia. Ia menambahkan, pendekatan yang dilakukan bukan sekadar imbauan, melainkan berbasis sistem data dan teknologi real time demi menjamin keamanan dan kelancaran selama periode mudik. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang