Penggunaan basis data yang akurat menjadi acuan utama dalam menentukan langkah rekayasa lalu lintas ke depan. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyebut one way nasional akan berakhir menyesuaikan situasi arus mudik atau balik. Dudy mengatakan penerapan rekayasa lalu lintas mengacu pada parameter 'volume-capacity' ratio (V/C) ratio di jalan tol. Saat ini rasio volume kendaraan telah mencapai angka 8.000 sehingga one way perlu diberlakukan. Apa sih maksud dari informasi yang disampaikan pihak berwenang tersebut? Daripada bingung GridOto.com pernah mewawancara Ahmad Wildan, Ketua Sub Komite LLAJ KNKT. "Traffic counting adalah istilah menghitung volume lalu lintas," jelas Ahmad Wildan. Sementara VCR merupakan singkatan dari Volume Capacity Ratio atau V/C Ratio. "Sebuah nilai performance ruas jalan dengan cara membandingkan antara volume arus kendaraan lewat dengan kapasitas ruasnya," bilang senior investigator KNKT ini. Satuan volume dikenal dengan istilah satuan mobil penumpang (SMP) per jam dimana jumlah kendaraan dikonversikan terlebih dahulu sebagai mobil penumpang dgn menggunakan rumus Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI).