Jalan tol memang disebut bebas hambatan, tetapi ada saja kalanya jalanan tiba-tiba macet, padahal setelah jalan beberapa meter, tidak ada apa-apa. Perlu diketahui, fenomena macet yang tanpa sebab di jalan tol bisa disebut dengan phantom traffic. Contra flow di ruas jalan tol Jakarta - Cikampek Km 57, Kamis (25/12/2025). Jusri Pulubuhu, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), menjelaskan, phantom traffic adalah dampak dari terhalangnya kecepatan akibat perilaku pengguna jalan yang tidak disiplin. Penyebab Phantom Traffic "Perilaku pengguna jalan yang tidak disiplin itu akan bisa membuat phantom traffic. Sederhananya, cuma gara-gara kendaraan di depan yang terlalu pelan dari kondisi kecepatan yang ada," kata Jusri kepada Kompas.com, Rabu (24/12/2025). Jalan tol biasanya terdiri dari dua lajur sampai lima lajur. Lajur satu kendaraan angkutan barang dan bus, dua untuk kendaraan yang lebih cepat, tiga atau yang paling kanan hanya untuk mendahului. Dampak Kendaraan Lambat di Lajur Kanan "Kalau ada kendaraan terlalu pelan dan bukan di lajurnya, laju kecepatan di jalan tol jadi terhambat. Padahal di depan tidak ada apa-apa, cuma karena ada orang yang melaju dengan kecepatan terlalu pelan," kata Jusri. Sayangnya di Indonesia, ada saja kejadian mobil penumpang yang lambat di lajur kanan. Belum lagi pengendara yang diam di lajur khusus mendahului, akhirnya laju kecepatan di jalan tol jadi terhambat. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang