Lonjakan volume kendaraan yang terjadi setiap musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) membuat kemacetan panjang di berbagai ruas jalan, baik di dalam kota maupun jalur menuju destinasi wisata. Kondisi ini kerap memicu stres, kelelahan, hingga meningkatkan risiko kecelakaan yang harus berhadapan langsung dengan padatnya lalu lintas. Karena itu, diperlukan strategi berkendara yang tepat agar perjalanan tetap aman, nyaman, dan efisien. Victor Assani, Ketua Bidang Road Safety and Motorsport Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), strategi sebelum terjadi kemacetan justru menjadi kunci penting sebelum seseorang memutuskan untuk berkendara. “Banyak orang baru stres saat sudah terjebak di tengah jalan, padahal ada langkah-langkah yang bisa dilakukan sejak sebelum berangkat. Ini yang saya sebut sebagai strategi pra-macet,” kata Victor kepada Kompas.com, baru-baru ini. Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Puncak Bogor, Jawa Barat, Minggu (16/11/2025). Salah satu cara paling efektif untuk menghindari kemacetan adalah dengan mengatur waktu perjalanan secara cermat, misalnya memilih berangkat lebih pagi agar tidak bertepatan dengan jam sibuk. Selain itu, opsi pulang lebih malam setelah arus lalu lintas mereda, seperti usai waktu salat Magrib atau Isya, juga dinilai mampu mengurangi risiko terjebak macet dan membuat perjalanan lebih lancar. “Kecil kemungkinan bisa pulang lebih cepat, jadi pilihan paling realistis biasanya lebih pagi atau lebih malam,” ujarnya. Selain mengatur waktu perjalanan, pengendara juga perlu memahami dan memilih jalur yang tepat, terutama di tengah kepadatan lalu lintas. Di era digital seperti sekarang, pemanfaatan teknologi navigasi dan aplikasi peta berbasis real-time menjadi solusi praktis untuk menghindari kemacetan dan mencari rute tercepat. “Sekarang kita sudah masuk era 5.0, jadi manfaatkan aplikasi navigasi berbasis AI. Kadang rute yang kelihatan lebih jauh justru lebih cepat ditempuh karena tidak macet,” kata Victor. Dengan persiapan yang matang untuk menghindari kemacetan, pengendara tidak hanya bisa menghemat waktu, tetapi juga menjaga kondisi fisik dan mental tetap stabil di perjalanan. Victor menegaskan, menghadapi macet bukan sekadar soal kesabaran, melainkan juga soal strategi. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang