Momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) sering digunakan masyarakat untuk melakukan road trip jarak jauh menggunakan kendaraan pribadi. Namun, di tengah padatnya arus lalu lintas dan durasi perjalanan yang panjang, risiko mobil mogok di jalan tetap menjadi ancaman yang tidak bisa diabaikan. Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana, mengatakan, mogok yang pas ya di rest area, tetapi masalah pada kendaraan tentu tidak bisa memilih lokasi. Ia juga mengatakan, masalah jadi tambah merepotkan jika mobil mogok di jalan tol, karena proses meminta bantuan membutuhkan waktu, terlebih saat kondisi lalu lintas padat. Ilustrasi mobil mogok Apalagi, risiko akan semakin besar jika mogok terjadi pada malam hari, karena rawan kejahatan dan minim pertolongan akibat kondisi yang sepi. “Kalau mogok malam hari akan bertambah adanya resiko dari bahaya kejahatan, minim pertolongan karena sepi. Hindari daerah-daerah yang minim penerangan dan rawan kejahatan. Jadi sebaiknya kalau masih bisa merayap usahankan ke rest area terdekat,” kata Sony kepada Kompas.com, baru-baru ini. Ia juga menyarankan pengemudi segera menghubungi posko darurat atau bengkel resmi agen pemegang merek (APM) untuk meminta bantuan. Selain itu, kondisi kendaraan harus dipersiapkan secara maksimal sebelum melakukan perjalanan jauh. “Terakhir, hindari modifikasi yang berhubungan dengan kelistrikan dan sistem bahan bakar. Akan lebih aman jika mobil tetap dalam kondisi standar pabrik,” ujar Sony. Dengan persiapan yang matang dan langkah darurat yang tepat, risiko mogok saat road trip Nataru dapat diminimalkan agar perjalanan tetap aman. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang