Overheat atau mesin mobil yang terlalu panas bisa terjadi saat perjalanan jauh seperti mudik, terutama ketika kendaraan dipakai terus-menerus di tengah kemacetan atau cuaca panas. Jika hal ini terjadi, pengemudi perlu melakukan langkah darurat agar kerusakan mesin tidak semakin parah. Berikut langkah yang bisa dilakukan. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan begitu lampu indikator overheating menyala atau indikator suhu tinggi maka pengendara harus menepi. 1. Segera menepi dan hentikan mobil Ketika indikator suhu mesin naik drastis atau muncul uap dari kap mesin, segera cari tempat aman untuk menepi. Hindari terus memaksakan mobil berjalan karena bisa merusak komponen mesin. “Cari tempat aman untuk menepi, bisa di bahu jalan tapi dengan memberikan isyarat seperti segitiga pengamanan atau menyalakan lampu hazard,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Minggu (15/3/2026). 2. Matikan mesin kendaraan Setelah mobil berhenti di tempat aman, segera matikan mesin agar suhu tidak terus meningkat. Mesin yang terus menyala saat overheat dapat menyebabkan kerusakan serius seperti gasket silinder rusak. Ilustrasi mesin mobil overheating “Semakin tinggi suhu dan durasinya, maka peluang komponen mengalami perubahan bentuk makin besar, sehingga bisa memperparah mesin,” ucap Imun. 3. Buka kap mesin Buka kap mesin agar hawa panas lebih cepat keluar, tapi jangan langsung sentuh komponen atau area radiator karena suhunya pasti masih sangat panas. “Amati sekitar radiator, apakah ada area basah atau bercak warna coolant misal hijau, biru atau merah muda, guna mencari tahu apakah ada kebocoran,” ucap Imun. Selang radiator 4. Tunggu mesin hingga agak dingin Tunggu sekitar 15–30 menit agar suhu mesin turun untuk menyentuh komponen atau membuka tutup radiator misal ada kemungkinan airnya kurang. “Pertama periksa dulu volume air radiator di reservoir, tambah bila perlu, dalam kondisi darurat bisa diisi dengan air minum kemasan,” ucap Imun. 5. Cek kondisi selang dan tutup radiator Selang yang retak atau tutup radiator yang rusak dapat menyebabkan tekanan pendinginan tidak optimal sehingga mesin cepat panas. Ilustrasi radiator pada mobil. “Pastikan selang terpasang dan tidak kencor atau bocor, sementara tutup radiator pastikan pegas tekanan tinggi dan katup vakumnya masih bekerja,” ucap Imun. 6. Tambahkan air ke radiator Jika air radiator atau coolant berkurang, tambahkan cairan pendingin hingga batas yang dianjurkan. Dalam kondisi darurat, air bersih bisa digunakan sementara. “Misal tak ada kebocoran, tutup bisa dipasang kembali untuk pemeriksaan selanjutnya, tapi bila ada yang bocor proses pemeriksaan tak bisa dilanjutkan karena mobil harus diderek, atau diperbaiki di lokasi,” ucap Imun. 7. Periksa kipas radiator Pastikan kipas radiator berfungsi dengan baik. Jika kipas tidak berputar saat mesin panas, kemungkinan ada masalah pada motor kipas atau sistem kelistrikan. “Untuk memeriksa nyalakan mesin sambil digas 1.500 - 2.000 Rpm beberapa menit sambil diamati apakah terjadi overheating lagi, ketika mesin sudah panas kipas harusnya berputar,” ucap Imun. Bila suhu naik, atau lampu indikator overheating menyala kembali tapi kipas tidak berputar, artinya ada masalah di kipasnya. 8. Segera menuju bengkel terdekat Meski mobil sudah bisa berjalan lagi, sebaiknya segera periksa ke bengkel untuk memastikan tidak ada kerusakan serius pada sistem pendingin. “Mobil bisa dijalankan dengan perlahan dengan terus memantau kenaikan suhu, bila ada indikasi overheating lagi bisa berhenti lagi, tambah air radiator lagi lewat reservoir, langkah ini bisa terus berulang, sampai ke bengkel,” ucap Imun. Penanganan mobil overheating tidak mudah, terlebih lagi kejadiannya di lokasi yang sepi atau jauh dari perkotaan atau di jalan tol. Sebagai antisipasi saat mudik, pastikan sistem pendingin mobil dalam kondisi prima, mulai dari radiator, coolant, kipas pendingin, hingga thermostat. Dengan perawatan yang baik, risiko mobil mengalami overheat di perjalanan bisa diminimalisasi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang