Mengatur waktu perjalanan saat menjalankan ibadah puasa menjadi hal penting untuk menjaga stamina dan konsentrasi di jalan. Tanpa perencanaan yang tepat, pengemudi mobil maupun pengendara motor lebih mudah mengalami kelelahan, terutama saat siang hingga menjelang waktu berbuka. Head of Safety Riding PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, menyarankan agar perjalanan diatur dengan waktu keberangkatan yang lebih longgar dan tidak terlalu mepet dengan jadwal tiba. “Usahakan kita berangkat lebih awal, jangan terlalu mepet waktu apalagi kalau perjalanan jauh, sisipkan waktu istirahat tiap 1–2 jam dan hindari jadwal perjalanan panjang tepat sebelum waktu buka puasa, karena kondisi fisik dan emosi biasanya sedang turun,” ujar Agus, kepada Kompas.com, Rabu (18/2/2026). Menurutnya, menjelang berbuka puasa merupakan periode rawan karena energi tubuh sudah berkurang dan fokus mulai menurun. Kemacetan panjang terjadi di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi dipicu aksi demonstrasi lanjutan sopir angkot akibat beroperasinya bus Trans Bekasi Keren (Trans Beken) Kamis (12/2/2026). Di saat yang sama, kondisi lalu lintas umumnya lebih padat sehingga potensi risiko di jalan meningkat. Karena itu, apabila memungkinkan, perjalanan jarak jauh sebaiknya tidak dijadwalkan terlalu dekat dengan waktu berbuka. Memberi jeda istirahat secara berkala juga dinilai penting untuk memulihkan konsentrasi dan mengurangi kelelahan. Senada dengan itu, Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana, mengatakan bahwa waktu perjalanan pada dasarnya fleksibel, selama durasi istirahat diperhatikan. “Perjalanan bebas, yang penting durasi istirahat yang harus diatur sehingga kondisi fisik bisa tetap prima. Jika ada yang memiliki penyakit bawaan, maka kenali dulu gejala-gejalanya sebelum kambuh,” kata Sony. Pengemudi perlu lebih peka terhadap sinyal tubuh seperti pusing, mengantuk, atau sulit fokus. Jika gejala tersebut muncul, sebaiknya tidak memaksakan diri dan segera menepi untuk beristirahat. Dengan pengaturan jadwal yang lebih longgar, jeda istirahat rutin, serta pemahaman kondisi tubuh, risiko kelelahan saat berkendara di waktu puasa dapat ditekan sehingga perjalanan tetap aman dan nyaman. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang