Sepeda motor yang sempat terendam banjir sering kali terlihat normal setelah dibersihkan dan bisa kembali dinyalakan. Namun, kondisi tersebut belum tentu menjamin motor aman digunakan untuk perjalanan jarak jauh, terutama jika pemeriksaan hanya dilakukan secara sekilas tanpa pengecekan menyeluruh pada komponen vital. Menurut Agung, teknisi Vansy Motor di Tangerang, motor bekas terendam banjir sebenarnya masih bisa dipakai, tetapi sangat bergantung pada seberapa parah rendaman air dan penanganan setelahnya. “Kalau cuma terendam sebentar dan langsung ditangani dengan benar, risikonya bisa ditekan. Tapi kalau air sempat masuk ke mesin atau kelistrikan, itu beda cerita,” kata Agung kepada Kompas.com, Senin (26/1/2026). Agung menjelaskan, komponen yang paling perlu diwaspadai sebelum motor dibawa jarak jauh adalah mesin dan sistem pelumasan. Air banjir yang masuk ke dalam mesin dapat bercampur dengan oli, sehingga kemampuan pelumasan menurun drastis. Jika dipaksakan dipakai jauh tanpa penggantian oli dan pengecekan internal, gesekan antar komponen bisa meningkat dan berujung kerusakan serius. Ilustrasi servis motor Honda di AHASS Selain mesin, bagian kelistrikan juga kerap menimbulkan masalah susulan. Soket, kabel, hingga sensor pada motor injeksi berpotensi menyimpan sisa air atau lumpur. “Kadang motor masih enak dipakai dekat-dekat, tapi begitu dipakai jauh dan panas, baru muncul masalah seperti brebet atau mati mendadak,” ujar Agung. Sistem transmisi, terutama pada motor matik, juga tidak luput dari perhatian. CVT yang sempat kemasukan air bisa menyebabkan v-belt selip dan komponen cepat aus. Efeknya mungkin tidak langsung terasa, tetapi sangat berisiko jika motor digunakan untuk perjalanan jauh dengan kecepatan stabil dalam waktu lama. Agung menyarankan, sebelum motor bekas terendam banjir dipakai jarak jauh, pemilik wajib melakukan servis menyeluruh. Mulai dari penggantian oli mesin dan oli gardan, pembersihan filter udara, pengecekan rem, hingga memastikan seluruh kelistrikan benar-benar kering dan aman. “Kalau cuma dipakai harian jarak dekat masih bisa terpantau. Tapi untuk perjalanan jauh, sebaiknya pastikan semua sudah dicek. Jangan cuma karena motor masih bisa jalan, lalu dianggap aman,” kata Agung. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang