— Musim hujan yang mulai mengguyur sejumlah daerah membuat para pemilik mobil harus lebih waspada terhadap potensi banjir. Air yang masuk ke area mesin atau sistem transmisi, bisa menyebabkan kerusakan serius jika tidak segera ditangani. Menurut Lung Lung, pemilik Dokter Mobil, salah satu langkah utama setelah mobil terendam banjir adalah segera melakukan penggantian seluruh oli yang berpotensi terkontaminasi air. “Kalau kebanjiran, wajib ganti oli gardan, ganti oli matik, dan ganti oli mesin,” ujarnya kepada KOMPAS.com, Sabtu (1/11/2025). Lung Lung menjelaskan, air yang bercampur dengan oli bisa menurunkan kemampuan pelumasan dan menyebabkan komponen internal cepat aus. Ilustrasi servis mobil Jika dibiarkan, bukan hanya performa kendaraan yang menurun, tetapi juga bisa memicu kerusakan permanen pada transmisi atau mesin. Selain oli, Lung Lung menyarankan pemilik mobil memeriksa bagian kelistrikan, terutama soket, fuse, dan ECU (Electronic Control Unit). bagian ini sangat sensitif terhadap air dan bisa menimbulkan korsleting jika tidak dikeringkan dengan benar. “Kalau mobil sudah terendam cukup tinggi, sebaiknya jangan langsung dinyalakan. Serahkan ke bengkel untuk dicek dulu kondisi kelistrikannya,” ujarnya. Mobil rental terendam banjir di Bali Pemeriksaan filter udara dan sistem rem juga penting dilakukan karena air atau lumpur yang masuk ke ruang mesin bisa menyebabkan karat atau hambatan dalam sistem pengereman. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.