Hujan deras melanda daerah Jakarta dan sekitarnya, Senin (4/5/2026) sejak sore. Terpantau beberapa ruas jalan terendam banjir akibat intensitas hujan yang besar. Misal seperti yang diunggah pada akun Instagram jakarta.terkini, ada beberapa video memperlihatkan titik-titik terjadinya banjir. Sebut saja di depan Gandaria City, Jalan Cipulir, Radio Dalam, Fatmawati, sampai TB Simatupang arah Pasar Minggu. Pada video tersebut juga terpantau beberapa kendaraan baik roda dua dan empat yang mogok. Berdasarkan laporan BPBD DKI Jakarta di X, hujan dengan intensitas sedang sampai lebat masih akan melanda Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Kabupaten Tangerang, dan Tangerang. Sementara wilayah Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Kepulauan Seribu, Bekasi, Bogor, Depok, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Tangerang Selatan masih mengalami hujan dengan intensitas ringan sampai sedang. Perkiraannya hujan akan melanda sampai pukul 19.00 WIB. Hujan juga dapat disertai kilat dan angin kencang. Warga membantu pengendara sepeda motor yang mogok saat menerobos banjir di Jalan Daan Mogot, Jakarta, Kamis (22/1/2026). Banjir setinggi 50-60 cm akibat hujan berintensitas tinggi serta buruknya sistem drainase tersebut membuat sejumlah kendaraan mogok dan lalu lintas terganggu. ANTARA FOTO/Ika Maryani/tom. Tips untuk Pengendara Victor Assani, 2W Service Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), mengingatkan pengendara motor matik agar lebih waspada saat melintasi genangan air atau banjir. "Yang perlu diperhatikan pada motor tipe matik adalah keberadaan komponen CVT yang posisinya relatif rendah di bagian bawah dan harus dijaga agar tidak kemasukan air," ucap Victor kepada Kompas.com, belum lama ini. Ia juga menjelaskan, masuknya air ke dalam boks CVT bisa menjadi awal berbagai masalah, mulai dari menurunnya kinerja mesin hingga kerusakan pada komponen. Pengendara sepeda motor menuntun kendaraannya yang mogok usai menerobos banjir di Jembatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Selasa (12/8/2025). Sebelumnya, Victor juga menjelaskan, CVT motor matik terdiri dari komponen yang tidak dirancang bekerja dalam kondisi basah, seperti V-belt, roller, dan kampas kopling yang membutuhkan lingkungan kering agar penyaluran tenaga mesin ke roda tetap optimal. Ketika air masuk ke dalam rumah CVT, risiko paling umum yang terjadi adalah V-belt selip, sehingga akselerasi terasa berat, tarikan melemah, dan dalam jangka panjang mempercepat keausan komponen CVT lainnya. Selain CVT, pengendara juga perlu mewaspadai filter udara. Air yang masuk melalui saluran ini berpotensi tersedot ke ruang bakar dan memicu water hammer. Victor juga mengimbau pengendara tidak memaksakan diri menerobos genangan banjir, sebab kedalaman air sering kali sulit diperkirakan hanya dari permukaannya. "Kalau ragu, lebih baik berhenti dan mencari jalur alternatif. Risiko kerusakan CVT dan mesin jauh lebih besar dibandingkan keuntungan memaksa motor melewati banjir," kata Victor. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang