Sebagian besar masyarakat Indonesia memilih mudik menggunakan mobil pribadi karena dinilai lebih fleksibel dan nyaman untuk perjalanan bersama keluarga. Namun, penggunaan mobil pribadi untuk perjalanan jarak jauh tentu membutuhkan persiapan matang. Terlebih jika kendaraan tersebut jarang dipakai sehari-hari. Lantas, apakah aman menggunakan mobil yang jarang dipakai untuk perjalanan mudik? Kamal, pemilik bengkel Kafka, mengatakan bahwa menggunakan mobil yang jarang dipakai untuk mudik pada dasarnya aman, asalkan kondisi kendaraan sudah diperiksa terlebih dahulu. “Aman-aman saja, yang penting sebelum mudik sudah dicek kondisi mobilnya ke bengkel,” ujar Kamal kepada Kompas.com, Senin (2/3/2026). Senada, Iwan, pemilik bengkel mobil Iwan Motor Solo, mengatakan, mobil jarang dipakai sebenarnya tetap aman untuk mudik, tapi perlu dilakukan pengecekan terlebih dahulu. Ilustrasi garasi “Mobil yang jarang dipakai sebenarnya tetap aman untuk mudik jarak jauh, asal dilakukan pengecekan menyeluruh sebelum berangkat,” ucapnya kepada Kompas.com, baru-baru ini. Ia menambahkan, kendaraan yang meski sering dipakai tetapi tidak mendapatkan perawatan rutin justru lebih berisiko mengalami kerusakan saat perjalanan jauh. Sebaliknya, mobil yang jarang digunakan tetap aman dibawa mudik selama kondisi dan komponen pentingnya rutin diperiksa serta dirawat dengan baik. Iwan juga menjelaskan, ada beberapa komponen mobil yang rentan bermasalah pada kendaraan yang jarang dipakai, terutama saat hendak digunakan untuk perjalanan jauh seperti mudik. Aki : Mobil yang lama tidak digunakan berisiko mengalami penurunan daya listrik. Setrum bisa drop atau bahkan soak mendadak sehingga mesin sulit dihidupkan. Sistem pendingin : Radiator, air coolant, dan selang berpotensi bocor atau kekurangan cairan. Kondisi ini kerap menjadi penyebab overheat saat terjebak macet mudik. Ban : Tekanan angin bisa berubah jika mobil terlalu lama diam. Ban juga dapat mengalami getas atau muncul retak halus yang berbahaya saat dipakai perjalanan jauh. Rem : Cakram atau tromol bisa berkarat, sementara kampas rem berisiko mengeras atau mengelupas sehingga pengereman tidak optimal. Oli dan cairan lainnya : Meski jarang digunakan, oli mesin dan cairan lain tetap mengalami penurunan kualitas dan perlu dicek atau diganti sebelum mudik. “Karena ini menyangkut keselamatan, saran saya lakukan minimal servis ringan atau pengecekan poin-poin tadi sebelum berangkat,” ucapnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang