Banyak pemilik mobil listrik sering kali membiarkan kendaraannya terparkir dalam waktu lama, terutama saat liburan panjang atau ketika jarang digunakan sehari-hari. Namun, kebiasaan ini dapat membawa dampak serius pada kesehatan baterai jika tidak disertai perawatan yang tepat. Baterai kendaraan listrik tetap mengalami penurunan daya meski tidak digunakan, sehingga ada risiko kerusakan jika dibiarkan dalam kondisi tertentu. Menurut Iqbal Taufiqurrahman, Product Planning and Strategy GAC Aion Indonesia, semua baterai memiliki sifat alami yang disebut self-discharge. “Pada dasarnya, semua baterai itu ada fenomena yang namanya self-discharge. Jadi, walaupun baterai nggak di-charge selama berbulan-bulan, maka lama kelamaan baterai akan habis,” ujarnya kepada Kompas.com, Senin (1/12/2025). Iqbal menjelaskan bahwa self-discharge terjadi pada seluruh jenis baterai, termasuk baterai kendaraan listrik modern. Baterai mobil listrik Xpeng X9 Meski tidak dipakai, sel baterai tetap mengalami proses kimia yang mengurangi daya secara perlahan, sehingga kondisi persentase baterai akan terus turun dari waktu ke waktu. Masalah menjadi lebih serius jika baterai dibiarkan habis hingga 0 persen dan tetap berada dalam kondisi kosong untuk jangka waktu lama. Iqbal menyebut hal ini dapat menimbulkan kerusakan permanen pada baterai. “Kalau baterai sudah dalam kondisi kosong 0 persen dalam jangka waktu lama, akan merusak baterai tersebut,” katanya. Kerusakan yang dimaksud bisa berupa penurunan kapasitas, tidak bisa menerima daya saat diisi ulang, hingga kegagalan pada beberapa sel baterai. Jika sudah terjadi, pemilik kendaraan tidak punya banyak pilihan selain melakukan perbaikan modul atau bahkan mengganti sebagian pack baterai, yang tentu memerlukan biaya besar. Untuk menghindari risiko tersebut, Iqbal menyarankan pemilik kendaraan listrik menjaga kapasitas baterai tetap berada pada rentang aman, terutama saat mobil lama tidak dipakai. Idealnya, baterai disimpan di rentang 40–60 persen dan dilakukan pengecekan berkala setiap beberapa minggu. Baterai mobil listrik buatan LG-Hyundai Bila perlu, lakukan pengisian tambahan agar persentasenya tidak turun ke batas kritis. Ia juga menegaskan pentingnya memahami panduan pabrikan mengenai penyimpanan jangka panjang. Beberapa produsen menyediakan fitur penyimpanan baterai (storage mode) atau sistem manajemen baterai yang menjaga level daya tetap stabil saat kendaraan tidak digunakan. Dengan perawatan sederhana namun disiplin, pemilik EV dapat memperpanjang usia baterai dan menghindari kerusakan mahal akibat penyimpanan yang keliru. Ini menjadi langkah penting, terutama saat baterai menjadi komponen paling vital dalam kendaraan listrik modern. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang