Mobil listrik memiliki karakter minim perawatan, maka dari itu rentang waktu interval servisnya lebih panjang bila dibandingkan dengan mobil konvensional. Sebagian mobil listrik juga dalam kondisi baru, sehingga mungkin saja belum waktunya melakukan servis rutin. Lantas, sebelum dipakai mudik Lebaran, apakah mobil listrik perlu diservis terlebih dulu? Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan persiapan mudik pada mobil listrik mencakup perawatan berkala. “Perawatan rutin mobil listrik sudah ditentukan waktunya oleh diler, ini harus dilakukan agar performa tetap baik saat dipakai mudik,” ucap Jayan kepada KOMPAS.com, Jumat (6/3/2026). Persiapan seperti pemeriksaan tekanan ban, fungsi lampu-lampu, dan sejenisnya tetap diperlukan meski mobil masih dalam kondisi baru. “Paling aman mengikuti anjuran diler atau merujuk pada buku pedoman perawatan, bila memang sudah waktunya atas mendekati sebaiknya dilakukan,” ucap Jayan. Stasiun pengisian daya mobil listrik, Flash Charging, milik BYD Rasyid, Sales Consultant Chery Solo mengatakan perawatan rutin pada mobil listrik tak boleh ditunda agar performa tetap prima dan awet. “Saya menyarankan sebelum tercapai interval servis berkala, yakni tiap 15.000 Km atau 1 tahun, sebelum itu konsumen sudah membawa unit ke bengkel untuk melakukan pemeriksaan,” ucap Rasyid kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Meski tidak dikenakan biaya karena mobil masih baru, sampai pemakaian 5 tahun, perawatan tetap wajib dilakukan. Layanan Servis Mobil Listrik XPENG untuk mudik dan libur lebaran “Jangan karena gratis, atau murah ketika sudah lewat masa gratisnya, yakni hanya Rp 300.000-an sekali servis, terus diabaikan ya, karena pemeriksaan rutin mobil listrik penting dilakukan,” ucap Rasyid. Salah satu pemeriksaan yang paling utama adalah pemeriksaan sistem pendingin baterai yang wajib dilakukan tiap 1 tahun atau 15.000 Km. “Ada jadwal penggantian coolant di 30.000 Km atau 2 tahun, tapi bisa saja karena pemakaian berat, kualitas coolant sudah minta diganti sebelum waktunya, maka dari itu harus diperiksa berkala,” ucap Rasyid. Wahyu Tri, Service Advisor Chery Solo mengatakan panas dari baterai ketika mobil listrik digunakan bisa membuat kualitas coolant lama-lama memburuk. “Sama dengan coolant pada umumnya, kalau biasanya radiator untuk menjaga suhu mesin bakar, di mobil listrik untuk menjaga suhu ideal motor listrik dan baterai, dengan rutin memeriksa kualitas coolant dapat mencegah terjadinya overheating,” ucap Wahyu kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Panas berlebih pada baterai mobil listrik bisa memperpendek usia pakainya. Maka dari itu wajib dijaga dengan baik dengan mengoptimalkan sistem pendingin yang ada. “Sebisa mungkin konsumen tidak menunda perawatan mobil listrik sesuai dengan buku pedoman perawatan, yakni 5.000 Km untuk perawatan pertama, dan 15.000 Km atau 2 tahun untuk interval selanjutnya,” ucap Wahyu. Perawatan pertama pada 5.000 Km tersebut bertujuan memeriksa semua sistem bekerja dengan baik. Sehingga, saat dipakai mudik diharapkan tak ada kendala di tengah perjalanan. Kesimpulannya, sebelum dipakai mudik mobil listrik perlu dipersiapkan dengan memperhatikan waktu servis berkalanya. Bila sudah mendekati waktunya sebaiknya tidak ditunda. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang