Menjelang perjalanan jauh atau mudik, banyak pemilik mobil mulai kembali menyiapkan kendaraannya. Namun, bagi mobil yang jarang digunakan sehari-hari, ada satu hal yang tak boleh luput dari perhatian, yakni kondisi ban yang berisiko mengalami flat spot akibat terlalu lama diam di satu posisi. Menurut Product Marketing Manager Michelin Indonesia, Mochammad Fachrul Rozi, mobil yang lama tidak digunakan memang berpotensi mengalami perubahan bentuk pada tapak ban. “Ada risiko ban mengalami flat spot atau kondisi tapak tidak lagi bulat sempurna pada bagian yang lama bertumpu ke tanah. Saat awal digunakan, kendaraan bisa terasa bergetar,” kata Rozi kepada Kompas.com, Selasa (3/3/2026). Rozi menjelaskan, flat spot terjadi karena beban kendaraan terus menekan satu titik ban dalam waktu lama. Struktur internal ban yang seharusnya elastis bisa mengalami deformasi sementara, terutama jika mobil diparkir berminggu-minggu tanpa digerakkan. Ilustrasi ban flat spot Efeknya biasanya terasa ketika mobil pertama kali digunakan kembali. Pengemudi bisa merasakan getaran pada setir atau bodi kendaraan, terutama pada kecepatan rendah hingga menengah. Kondisi ini sering disalahartikan sebagai masalah balancing atau spooring. Meski demikian, Rozi menyebut flat spot ringan umumnya bisa hilang dengan sendirinya. “Biasanya setelah digunakan beberapa kilometer, struktur ban akan kembali menyesuaikan dan getaran berkurang. Tapi kalau sudah terlalu parah, bentuknya bisa sulit kembali normal,” ujarnya. Karena itu, ia menyarankan pemilik kendaraan yang jarang memakai mobilnya untuk tidak langsung memaksakan perjalanan ratusan kilometer tanpa pengecekan. Selain memastikan tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan, kondisi visual ban juga perlu diperhatikan, termasuk apakah ada deformasi yang terlihat jelas. Sebagai langkah pencegahan, Rozi merekomendasikan agar mobil tetap digunakan secara berkala. “Sebaiknya kendaraan dipakai setidaknya dua pekan sekali. Tujuannya untuk merelaksasi struktur ban dan mencegah terjadinya flat spot,” kata dia. Dengan langkah sederhana ini, perjalanan jauh pun bisa lebih nyaman dan aman tanpa gangguan getaran yang mengganggu. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang