Setelah mobil digunakan perjalanan jauh seperti mudik, kondisi ruang mesin cenderung kotor karena mobil dipakai melalui berbagai medan dan cuaca. Ruang mesin bisa saja dipenuhi oleh debu atau lumpur, sisa cipratan dari roda yang berputar sangat cepat dari kolong mobil. Hanya saja, mencuci ruang mesin tak boleh dilakukan sembarangan dan harus teliti. Pasalnya, di area mesin terdapat komponen yang sensitif terhadap air. Ari Wijaya, pemilik bengkel auto detailing & protection, King Protection Yogyakarta mengatakan mencuci mesin mobil sebenarnya boleh dilakukan dan bahkan dianjurkan, selama dilakukan dengan cara yang benar dan hati-hati. “Perawatan ini sering diabaikan, padahal memiliki manfaat penting bagi kendaraan. Salah satu manfaat utama mencuci mesin adalah menjaga kebersihan dari kotoran, debu, dan sisa oli yang menempel,” ucap Ari kepada KOMPAS.com, Minggu (29/3/2026). Kebersihan akan membawa kebaikan dari segi estetika, selain itu secara teknis dapat mempermudah konsumen dalam melindungi komponen dari kerusakan. Mesin Subaru Forester Dengan ruang mesin yang bersih, pemilik mobil lebih mudah mendeteksi kebocoran oli, coolant, atau cairan lain sejak dini, sebelum menjadi masalah besar. Selain itu, kotoran yang menumpuk bisa mempercepat keausan komponen tertentu, terutama pada bagian karet dan selang. Membersihkannya membantu memperpanjang umur pakai. “Setelah mobil dipakai mudik, ruang mesin sebaiknya dibersihkan dengan fokus membersihkan tanpa mencucinya dengan berlebihan,” ucap Ari. ILustrasi mencuci mobil. Pembersihan ruang mesin sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan, karena terdapat komponen kelistrikan dan sensor yang cukup sensitif terhadap air bertekanan tinggi. Disarankan untuk tidak langsung menyemprotkan air ke bagian seperti soket kelistrikan, alternator, ECU, serta area terbuka lainnya. “Pembersihan cukup dilakukan secara hati-hati menggunakan lap basah atau metode khusus yang lebih aman,” ucap Ari. Day Night Garage, cafe berkedok tempat cuci mobil di PIK 2 Penggunaan air bertekanan tinggi sebaiknya dihindari karena dapat memaksa air masuk ke celah kecil dan merusak sensor atau konektor. Gunakan cairan pembersih khusus mesin agar kotoran seperti oli dan grease mudah dibersihkan tanpa merusak komponen. Setelah selesai, mesin harus dikeringkan dengan baik dan dinyalakan beberapa saat agar sisa air menguap dan sistem kembali normal. “Ruang mesin yang bersih juga berdampak pada harga jual kendaraan, maka dari itu sebaiknya tidak diabaikan dan dibersihkan segera setelah dipakai perjalanan jauh,” ucap Ari. Kesimpulannya, mencuci mesin mobil memberikan banyak manfaat jika dilakukan dengan benar. Kebersihan mesin tidak hanya meningkatkan estetikae tetapi juga membantu menjaga performa dan keawetan kendaraan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang