Perjalanan jauh saat mudik dan arus balik kerap membuat pemilik mobil lebih fokus pada kondisi mesin dan konsumsi bahan bakar. Padahal, ada satu komponen yang bekerja ekstra namun sering luput dari perhatian, yakni kaki-kaki mobil. Menariknya, banyak pengemudi merasa mobilnya masih baik-baik saja karena tidak muncul gejala, sehingga pemeriksaan pun kerap diabaikan. Denis, pemilik Garasi Oase, mengatakan bahwa pengecekan kaki-kaki mobil tetap penting dilakukan meskipun kendaraan tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan. “Cukup penting untuk mobil yang usianya sudah lebih dari 3 tahun atau di atas 30 ribu kilometer. Meskipun tidak ada gejala, bukan tidak mungkin mulai ada tanda-tanda kerusakan atau kebocoran grease pada area kaki-kaki,” ujar Denis kepada Kompas.com, Kamis (26/3/2026). Ia menjelaskan, perjalanan jarak jauh dengan berbagai kondisi jalan, mulai dari mulus hingga rusak, dapat mempercepat keausan komponen seperti ball joint, tie rod, bushing arm, hingga shock absorber atau peredam kejut. Bahkan, kerusakan kecil sering kali tidak langsung terasa saat berkendara. Menurut Denis, kebocoran grease pada komponen tertentu juga bisa menjadi awal dari kerusakan yang lebih serius jika tidak segera ditangani. Grease yang berfungsi sebagai pelumas akan melindungi komponen dari gesekan berlebih. Jika bocor atau mengering, maka komponen bisa aus lebih cepat. Ilustrasi perbaikan kaki-kaki mobil. Selain itu, beban berlebih selama mudik, seperti penumpang penuh dan barang bawaan, juga berkontribusi terhadap kerja ekstra kaki-kaki mobil. Kondisi ini dapat mempercepat penurunan performa, meskipun belum terasa dalam waktu dekat. “Biasanya gejala baru terasa setelah kerusakan mulai parah, seperti muncul bunyi, getaran, atau setir terasa tidak stabil. Nah, kalau sudah begitu, biaya perbaikannya bisa lebih besar,” kata Denis. Karena itu, ia menyarankan pemilik mobil untuk melakukan inspeksi ringan setelah arus balik, terutama jika kendaraan sudah masuk kategori usia pakai tertentu. Pemeriksaan bisa meliputi kondisi karet-karet, kelonggaran komponen, hingga memastikan tidak ada kebocoran pelumas. Langkah pencegahan ini dianggap lebih efektif dibanding menunggu gejala muncul. Selain menjaga kenyamanan berkendara, kondisi kaki-kaki yang prima juga berperan penting dalam keselamatan, terutama saat mobil digunakan kembali untuk aktivitas harian. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang