Mudik menggunakan mobil dengan AC yang tidak prima dapat menimbulkan berbagai risiko selama perjalanan jauh. Pendingin kabin berperan penting menjaga kenyamanan dan keselamatan penumpang, terutama saat cuaca panas dan lalu lintas padat. Salah satu cara mencegah terjadinya masalah AC mobil saat perjalanan adalah dengan melakukan perawatan untuk memastikan performanya optimal. Dewa, pemilik bengkel AC Mobil Jogja mengatakan AC yang lemah membuat suhu kabin cepat meningkat, khususnya ketika mobil terjebak macet pada siang hari. “Kondisi panas berlebih dapat menyebabkan penumpang merasa gerah dan tidak betah berada di dalam mobil, secara tidak langsung juga mengganggu konsentrasi pengemudi,” ucap Dewa kepada KOMPAS.com, Rabu (25/2/2026). Rasa tidak nyaman, keringat berlebih, dan stres dapat menurunkan fokus pengemudi, sehingga meningkatkan risiko kesalahan dan memicu emosi saat berkendara. Selain itu, panas berlebih mempercepat terjadinya dehidrasi. Tubuh kehilangan cairan lebih banyak melalui keringat, yang dapat menyebabkan pusing, lemas, bahkan hampir pingsan jika perjalanan berlangsung lama. ilustrasi embun di kaca mobil “AC mobil juga berfungsi membantu menjaga kaca tetap jernih. Saat hujan atau cuaca lembap, pendingin membantu menghilangkan embun pada kaca depan agar pandangan tetap jelas,” ucap Dewa. Jika AC tidak bekerja optimal, kaca mobil berisiko berembun dan mengurangi visibilitas. Kondisi ini sangat berbahaya, terutama saat berkendara di malam hari atau hujan deras. Masalah AC tertentu dapat membebani mesin, misalnya kompresor yang bekerja terlalu berat. Hal ini bisa menurunkan performa kendaraan dan meningkatkan konsumsi bahan bakar selama perjalanan. Ilustrasi penggantian oli kompresor AC mobil “Misal kompresor sudah mulai aus atau macet, oli kompresor kotor, ketika AC bekerja, mesin akan terbebani dengan kompresor yang tak mampu berputar dengan lancar, dampaknya konsumsi BBM jadi lebih boros,” ucap Dewa. Sistem AC yang sudah lemah justru akan memicu kompresor bekerja lebih berat karena target suhu di dalam kabin tidak lekas tercapai. Ketika kompresor lebih sering berputar dampaknya mesin jadi terbebani. Filter kabin yang kotor atau evaporator bermasalah juga dapat menimbulkan bau tidak sedap. Udara di dalam mobil menjadi kurang sehat, terutama bagi anak-anak atau penumpang yang sensitif. Evaporator AC mobil kotor “Kunci agar udara di dalam kabin tetap segar adalah dengan menjaga kebersihan kabin, termasuk filter dan evaporator, karena saat AC hidup angin akan bersirkulasi karenanya,” ucap Dewa. Kesimpulannya, memastikan AC mobil dalam kondisi prima sebelum mudik sangat penting. Pendingin yang baik tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga membantu menjaga keselamatan sepanjang perjalanan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang