Mobil yang sering dipakai tampak sehat karena tak mengalami masalah di jalan. Namun, beda kondisi ketika hendak dipakai perjalanan jarak jauh seperti mudik Lebaran. Durasi lebih panjang, muatan lebih berat dan kondisi cuaca akan menjadi beban kerja mesin. Sehingga, mesin yang tampak sehat bisa saja mengalami masalah di tengah jalan. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan mesin mobil sehat bisa diperiksa dengan bantuan alat diagnostik dan menguji performanya. “Dengan bantuan alat tersebut, semua sistem kelistrikan akan terdeteksi, dan ketahuan apakah semua komponen bekerja optimal, atau di luar spesifikasi, karena mobil modern sudah dilengkapi banyak sensor,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Jumat (6/3/2026). Sebagai salah satu contoh, suhu mesin mobil sebenarnya punya rentang saat kondisi AC menyala dan mati. Misal mesin tersebut rentang suhunya 98-102 derajat celcius, maka bila diuji suhunya lebih, artinya mesin kurang sehat. “Artinya pemeriksaan lebih detail perlu dilakukan pada sektor sistem pendingin, seperti radiator, motor kipas, dan coolant, harapannya saat mobil dipakai perjalanan jauh taka ada kendala kan,” ucap Imun. Ilustrasi Ford Fiesta S 1.5 A/T Tahun 2014 Imun mengatakan, ada banyak parameter untuk menentukan mesin mobil sehat atau tidak. Konsumen bisa datang ke bengkel langganan atau yang punya kompetensi untuk melakukan diagnosa secara mendalam. Ian, Mekanik bengkel mobil GK Auto Service Gunung Kidul mengatakan, tanda mesin mobil masih sehat bisa diketahui dengan memeriksa banyak cara, seperti melihat kondisi oli dan asap knalpot. “Warna oli mesin yang sudah digunakan dapat mencerminkan kesehatan mesin, normalnya warna oli bisa sedikit gelap, karena sudah bekerja melumasi, tapi tidak boleh pekat seperti lumpur atau ada endapan,” ucap Ian kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Ilustrasi memeriksa oli mesin mobil Saat diperiksa melalui dipstick, mesin yang sehat, menurut Ian, oli masih cukup bening atau coklat tua dan tidak mengandung serpihan logam atau lumpur. Bila oli menghitam pekat, kental, atau terlihat ada partikel logam, bisa jadi ada yang tak beres, seperti keausan komponen mesin. Pada kondisi tersebut, suara mesin saat berputar cenderung lebih kasar karena celah antar komponen sudah lebih longgar. Selanjutnya, konsumen bisa memeriksa bagian dalam tutup oli atau leher pengisian. Jika masih terlihat warna kuning keemasan atau logamnya bersih, artinya mesin tidak tertutup kerak. Ilustrasi oli mesin berlumpur “Jika ada lumpur hitam atau kerak menempel, bisa jadi mesin sering terlambat ganti oli, kemungkinan kerak oli lebih banyak ditemukan di dalam mesin secara keseluruhan, ini tidak sehat,” ucap Ian. Dari segi suara, Ian mengatakan, mesin mobil yang sehat berbunyi halus dan konsisten, tidak kasar atau mendesis. Jika terdengar suara “knocking” atau ngelitik, dan getaran mesin tampak aneh, sebaiknya segera periksa lebih lanjut untuk menghindari kerusakan lebih parah. Mendeteksi mesin mobil sehat juga bisa dari sisa gas buang dari knalpot. Konsumen bisa melakukan tes emisi, atau secara kasat mata. Ilustrasi asap knalpot “Mesin sehat cenderung mengeluarkan asap bening, nyaris tidak terlihat karena tak mengandung residu, paling saat pagi terlihat uap air, atau ada tetesan air, itu sehat,” ucap Ian. Asap knalpot putih tebal, biru, atau hitam, menurut Ian, ada kemungkinan terdapat masalah seperti oli terbakar, pembakaran tidak sempurna, atau kebocoran air radiator. Cara menjaga mesin mobil tetap sehat, konsumen perlu mengganti oli secara rutin yakni setiap 5.000–10.000 Km, tergantung jenis oli dan pemakaian. Harga BBM hari ini. Harga BBM nonsubsidi resmi naik mulai 1 Maret 2026. Pertamax hingga Pertamina Dex terkerek, sementara Pertalite dan Biosolar tetap. “Selalu gunakan bahan bakar berkualitas sesuai dengan rekomendasi pabrikan, misal minimal RON 92. BBM tak berkualitas dapat mempercepat kerak di ruang bakar dan mengotori oli mesin,” ucap Ian. Selanjutnya, Ian mengatakan, konsumen wajib memeriksa air radiator dan cairan lain seperti rem, power steering, dan sebagainya untuk menghindari overheat dan kerusakan komponen. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang