Cairan pendingin atau radiator coolant Mesin merupakan jantung mobil, di area mesin banyak komponen yang saling berhubungan.Nah suhu mesin yang stabil adalah kunci panjang umur bagi kendaraan Anda.Di balik kap mesin, radiator punya peran penting dalam menjaga kinerja mesin mobil baik bensin maupun diesel, termasuk pada Hybrid EV.Namun, layaknya komponen lain, radiator bisa mengalami kelelahan atau kerusakan.Mengabaikan gejala awal radiator rusak sama saja dengan mengundang musibah overheat yang berisiko melengkungkan kepala silinder (cylinder head) dan memakan biaya turun mesin yang fantastis.Cara kerja radiator, cairan pendingin atau radiator coolant mengalir ke water jacket pada mesin untuk menyerap panasnya.Pada saat mengalir, coolant menyerap suhu panas dan membawanya ke radiator.Setelah sampai di radiator, air yang membawa suhu panas masuk ke dalam upper tank.Coolant dialirkan lagi untuk turun ke dalam radiator core yang memiliki fungsi untuk membuang suhu panas ke udara luar yang diambil dari arah depan mobil saat melaju.Kipas radiator membantu kerja radiator dengan mengisap udara panas dari rumah radiator.Setelah suhu panas dipindahkan ke udara, air kembali menjadi dingin dan dialirkan lagi untuk menyerap suhu panas mesin secara berkelanjutan.TMO Radiator Coolant"Kami siap membantu pengecekan radiator mobil lewat servis berkala di bengkel. Pastikan cairan radiator sesuai spesifikasi, untuk mesin Toyota termasuk hybrid, selalu gunakan TMO Radiator Coolant," jelas Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000Lantas, apa saja faktor yang dapat menyebabkan radiator menjadi rusak?1. Radiator Kotor dan TersumbatUmumnya, kemungkinan terbesar penyebab sirkulasi air radiator rusak adalah karena adanya penumpukan kotoran pada radiator.Kotoran seperti endapan deposit yang terjadi pada saluran pipa pendingin dan partikel korosif pada radiator dapat menempel dan mengendap, sehingga membuat jalur sirkulasi terhambat.Radiator dapat mengalami tersumbat biasanya disebabkan oleh penggunaan cairan radiator yang tidak tepat. Oleh karena itu, Anda harus memilih cairan radiator yang sesuai dengan mesin mobil.2. Water Pump RusakKerusakan pada water pump umumnya terletak pada bagian kipas (impeller) yang sudah mengalami korosi atau retak.Selain itu seringkali terjadi kebocoran pada water pump sehingga menyebabkan jumlah air pendingin menjadi berkurang.Kalau komponen ini rusak, maka satu-satunya cara adalah dengan mengganti water pump tersebut.Jangan sampai Thermostat kondisinya seperti ini3. Kerusakan ThermostatThermostat memiliki peranan penting untuk menjaga kestabilan suhu pada mesin mobil. Bila rusak, maka sirkulasi cairan radiator pada mobil akan bermasalah dan thermostat perlu diganti dengan yang baru.4. Fan Belt PutusJika fan belt ini putus maka water pump tidak akan dapat berputar untuk mensirkulasikan cairan pendingin, maka Anda harus menggantinya dengan yang baru.Atau dapat mulai menggantinya ketika melihat fan belt mengalami kendur dan permukaannya terlihat mulai retak sebagai langkah antisipasi.Tanda-tanda Radiator Rusak1. Cairan Pendingin HabisCairan pendingin yang selalu habis bisa disebabkan karena ada kebocoran pada sistem pendingin mesin.Kebocoran pada radiator bisa disebabkan karena radiator pernah mengalami benturan, karat, atau sambungan lepas.2. Selang Masuk Radiator BocorJika proses pendinginan di dalam radiator lancar, biasanya tidak ada masalah, kecuali ada sumbatan di salurannya.Keadaan ini akan menahan laju air pendingin dari mesin ke radiator, sehingga tekanan pada selang input radiator akan naik dan bocor.Perhatikan selang dan kipas radiator3. Air Menetes di Bawah RadiatorCairan radiator yang bocor biasanya akan terlihat posisinya dengan melihat lokasi tetesan air di bawah mesin saat parkir di garasi rumah. Perhatikan di bawah mobil, apakah ada tetesan air tepat di bawah mobil.4. Permukaan Radiator BerkaratPermukaan radiator terhalang kondensor AC di depan dan kipas pendingin di belakang sehingga jarang diperhatikan. Anda bisa mencari celah di sekitar kipas pendingin untuk melihat permukaan radiator.Gunakan senter untuk menemukan apakah ada korosi atau rembesan air. Atau juga bisa lihat penampang bagian bawah tangki radiator dari arah kolong mobil. Dari situ bisa terlihat jika sudah terlihat karat akibat korosi.Tutup radiator berlumpur atau karatan5. Tutup Radiator BerlumpurAir radiator yang tidak pernah diganti biasanya akan timbul endapan lumpur yang berpotensi menyumbat saluran radiator.Bila ada lumpur di tutup dan leher radiator, bisa dipastikan sudah saatnya AutoFamily menguras air radiator untuk mencegah kerusakan lebih luas. Termasuk, adanya lumut di tangki cadangan radiator.6. Indikator Suhu Mesin NaikJika indikator suhu mesin di panel instrumen naik di atas wajarnya, segera tepikan mobil dan cek air pendingin serta radiator. Sebelum permasalahan ini terjadi pada kendaraan Anda, segera lakukan perawatan radiator dan sistem pendingin berikut pendukungnya di bengkel resmi Toyota.