Kemacetan yang sering terjadi di kota-kota besar membuat kinerja mesin mobil bekerja jauh lebih berat. Dalam kondisi setop and go, aliran udara alami ke radiator hampir tidak ada, sehingga sistem pendinginan sangat bergantung pada kipas radiator. Sayangnya, banyak pemilik mobil yang tidak menyadari bahwa kipas radiator yang melemah dapat menjadi penyebab overheat, terutama saat terjebak macet dalam waktu lama. Menurut Fendi, Direktur PT Autokooling Jaya Nusantara (AJN) selaku distributor resmi Koyorad di Indonesia, kipas radiator memiliki peran krusial dalam menurunkan suhu coolant ketika kondisi lalu lintas tidak memungkinkan adanya hembusan udara dari luar. “Kalau motor kipas mulai melemah, putarannya tidak lagi optimal. Akibatnya, coolant tidak mendingin dengan sempurna dan mesin bisa cepat panas, terutama saat macet,” ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (12/12/2025). Fendi menjelaskan bahwa banyak kasus overheat terjadi bukan karena radiator tersumbat atau kekurangan coolant, tetapi justru akibat motor kipas yang sudah tidak kuat lagi berputar pada kecepatan yang dibutuhkan. Dalam beberapa kasus, kipas masih berputar, tetapi kecepatannya turun jauh dari standar sehingga pemilik kendaraan mengira komponen tersebut masih normal. “Motor kipas itu ada umur pakainya. Ketika dayanya melemah, gejalanya sering tidak langsung terasa. Pengemudi baru sadar ketika jarum temperatur naik saat berhenti lama di kemacetan,” kata Fendi. Ia menekankan pentingnya melakukan pengecekan rutin motor kipas radiator, terutama pada mobil dengan usia di atas lima tahun atau kendaraan yang sering digunakan untuk perjalanan harian di rute padat. Ilustrasi mesin overheat Selain itu, suara kipas yang berubah, putaran yang tidak stabil, hingga AC yang mulai tidak dingin ketika berhenti, dapat menjadi indikator awal bahwa motor kipas radiator membutuhkan perhatian khusus. “Kalau sudah muncul tanda-tanda seperti itu, jangan ditunda. Segera cek ke bengkel, karena motor kipas yang lemah bisa jadi biang overheat dan merusak komponen mesin lainnya,” katanya. Fendi juga mengingatkan bahwa penggantian motor kipas yang melemah jauh lebih murah dibandingkan biaya perbaikan mesin akibat overheat. Oleh karena itu, ia menyarankan pemilik kendaraan untuk tidak menunggu hingga terjadi kerusakan parah. “Sistem pendingin itu satu kesatuan. Kalau salah satu tidak bekerja optimal, efeknya akan merembet ke komponen lain. Jadi lebih baik dicek berkala,” ujarnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang