Shockbreaker. Shockbreaker merupakan salah satu komponen vital pada sepeda motor yang berfungsi meredam getaran dan menjaga kestabilan kendaraan saat melintasi berbagai kondisi jalan. Sayangnya, masih banyak pengendara yang kurang memperhatikan kondisi shockbreaker hingga kerusakannya sudah cukup parah. Padahal, shockbreaker yang bermasalah bukan hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan. Shockbreaker mobil. Lantas, bagaimana cara mengetahui shockbreaker motor sudah rusak dan perlu diganti? Berikut penjelasan lengkapnya.Fungsi Shockbreaker pada Sepeda Motor Secara umum, shockbreaker memiliki peran penting dalam sistem suspensi motor, di antaranya: - Meredam guncangan dan getaran saat motor melewati jalan berlubang, bergelombang, atau polisi tidur. - Menjaga kestabilan motor, terutama saat bermanuver atau menikung.- Membantu ban tetap menapak sempurna ke permukaan jalan, sehingga traksi dan kontrol motor tetap optimal.- Mengurangi beban kerja komponen lain, seperti rangka dan ban, agar tidak cepat aus.Jika shockbreaker tidak berfungsi dengan baik, seluruh kenyamanan dan keamanan berkendara akan menurun secara signifikan.Tanda-tanda Shockbreaker Motor RusakBerikut beberapa ciri umum yang menunjukkan shockbreaker motor sudah tidak dalam kondisi optimal dan sebaiknya segera diperiksa atau diganti:1. Terjadi Kebocoran OliShockbreaker yang bocor biasanya ditandai dengan adanya oli yang merembes di batang atau tabung suspensi. Kebocoran ini menandakan seal shockbreaker sudah aus. Padahal, oli berperan penting dalam proses peredaman. Jika volumenya berkurang, kinerja shockbreaker akan menurun drastis.2. Muncul Bunyi Tidak NormalBunyi seperti “jedug”, “gluduk”, atau decitan saat melewati jalan rusak atau polisi tidur merupakan tanda bahwa shockbreaker tidak lagi mampu meredam benturan dengan baik. Kondisi ini sering diabaikan, padahal bisa menjadi indikasi awal kerusakan serius.3. Suspensi Terasa Terlalu Empuk atau Terlalu KerasShockbreaker yang masih normal akan memberikan pantulan yang halus dan stabil. Namun jika motor terasa terlalu memantul atau justru sangat keras, bisa dipastikan sistem suspensi sudah tidak bekerja sebagaimana mestinya.4. Motor Terasa Oleng dan Tidak StabilShockbreaker yang rusak dapat menyebabkan motor terasa tidak seimbang, terutama pada kecepatan menengah hingga tinggi. Kondisi ini sangat berbahaya karena mengurangi kontrol pengendara terhadap motor.5. Posisi Motor Terlihat Lebih RendahJika tinggi motor terlihat menurun, baik di bagian depan maupun belakang, kemungkinan pegas shockbreaker sudah melemah dan tidak mampu menopang beban secara optimal.6. Getaran Terasa BerlebihanShockbreaker yang bermasalah membuat getaran dari jalan langsung terasa ke jok, stang, atau pijakan kaki. Padahal seharusnya sebagian besar getaran tersebut diredam oleh suspensi.7. Keausan Ban Tidak MerataBan yang aus secara tidak wajar atau tidak merata juga bisa menjadi indikasi shockbreaker tidak bekerja dengan seimbang. Hal ini terjadi karena tekanan ban ke permukaan jalan tidak stabil. Ilustrasi shockbreaker sepeda motorIdealnya, shockbreaker perlu diperiksa secara berkala setiap 8.000–12.000 kilometer, tergantung kondisi pemakaian dan medan yang sering dilalui. Jika motor sering digunakan di jalan rusak atau membawa beban berat, pemeriksaan sebaiknya dilakukan lebih sering.Shockbreaker bukan sekadar komponen penunjang kenyamanan, tetapi juga berperan besar dalam keselamatan berkendara.Tanda-tanda seperti oli bocor, bunyi aneh, getaran berlebih, hingga motor terasa oleng adalah sinyal kuat bahwa shockbreaker perlu segera diperiksa. Dengan mengenali gejala kerusakan sejak dini, pengendara dapat menghindari risiko kecelakaan dan menjaga performa motor tetap optimal.