Sering terlambat mengganti oli mesin dapat menimbulkan berbagai masalah pada motor. Oli berfungsi sebagai pelumas utama yang menjaga komponen mesin tetap bekerja dengan baik. Waktu ganti oli mesin untuk motor harian yakni tiap 2.000 - 3.000 kilometer atau 2-3 bulan pemakaian. Waktu penggantian bisa lebih cepat, tergantung kondisi pemakaian. Dengan mengetahui tanda-tanda motor sering telat ganti oli mesin, maka kerusakan komponen bisa dicegah sehingga unit lebih awet dan tetap prima. Gio, pemilik bengkel motor Giovani Motor Cawas Klaten mengatakan motor yang sering telat ganti oli mesin umumnya memiliki suara mesin lebih kasar. “Ini terjadi karena oli sudah kehilangan kemampuan melumasi, sehingga gesekan antar komponen meningkat, suara menjadi lebih nyaring saat mesin bekerja,” ucap Gio kepada KOMPAS.com, Jumat (10/4/2026). Selain itu, mesin juga cenderung lebih cepat panas. Oli yang sudah kotor tidak mampu menyerap dan mendistribusikan panas dengan optimal. Ilustrasi Honda ADV160 yang dipajang diler motor Honda Gejala lain yang sering muncul adalah tarikan motor terasa berat atau loyo. Performa mesin menurun karena gesekan yang tinggi menghambat kerja komponen internal. “Perubahan warna oli juga menjadi indikator penting. Oli yang terlalu lama digunakan cenderung berubah menjadi hitam pekat dan kental, volumenya juga menyusut,” ucap Gio. Kondisi ini menunjukkan oli sudah tercampur kotoran dan sisa pembakaran. Jika dibiarkan, dapat menimbulkan kerak di dalam mesin. Para pengendara kendaraan bermotor mengantre untuk mengisi bensin ke kendaraan mereka dan jeriken minyak di sebuah SPBU di Hanoi pada 10 Maret 2026. Vietnam mengumumkan pada 9 Maret bahwa mereka menghapus tarif impor bahan bakar, karena perang AS-Israel dengan Iran mengganggu pasokan minyak dan mendorong harga ke level tertinggi sejak 2022. Motor yang jarang ganti oli juga cenderung menjadi lebih boros bahan bakar. Mesin harus bekerja lebih keras untuk menghasilkan tenaga yang sama. Getaran mesin pun terasa lebih kasar dari biasanya. Ini disebabkan oleh pelumasan yang tidak optimal sehingga pergerakan komponen menjadi tidak halus. Untuk mencegah kerusakan, sebaiknya ganti oli secara rutin sesuai jadwal atau hindari munculnya gejala telat ganti oli seperti yang disebutkan di atas. Perawatan sederhana ini sangat penting untuk menjaga performa dan umur mesin. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang