Penggunaan fitur sirkulasi udara pada kabin mobil kerap menimbulkan pertanyaan, apakah harus selalu ditutup atau sesekali dibuka. Sebagian pengguna beranggapan, membuka sirkulasi udara bisa menjaga kualitas udara di dalam kabin tetap baik. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat, terutama jika melihat kondisi lingkungan di Indonesia. Udara luar yang masuk ke kabin justru berpotensi membawa polusi. Sisa lumpur yang mengering pasca banjir kiriman yang menutup jalur pantura di Kota Pasuruan membuat polusi udara. Karwna debu beterbangan saat pengendara motor melintas jalir tersebut, Selasa (20/05/2025) Manager Operasional Sentral AC Bogor Yuke Bebasari mengatakan, membuka sirkulasi udara di kondisi tertentu bisa berdampak negatif. Terutama saat mobil digunakan di area dengan tingkat polusi tinggi. “Kalau di Indonesia, kalau kita buka udaranya, sirkulasi itu bukannya tambah bagus, malah udara dari luar masuk, campur dengan bau, terlebih asap knalpot,” kata Yuke kepada Kompas.com, Senin (30/3/2026). Menurut dia, kualitas udara luar di jalan raya umumnya tidak cukup baik untuk dijadikan sumber sirkulasi. Pengemudi bisa merasakan langsung perbedaannya saat fitur tersebut diaktifkan. “Coba dengan mobil sendiri, buka sirkulasi udaranya. Pasti terasa itu tidak akan baik untuk kabin,” ujarnya. Meski begitu, bukan berarti fitur ini tidak boleh digunakan sama sekali. Yuke menjelaskan, sirkulasi udara dari luar masih bisa dimanfaatkan dalam kondisi lingkungan yang bersih. “Kalau di daerah pegunungan yang tidak ada polusi, silakan saja dibuka, tidak masalah,” kata dia. Pada mobil modern, bahkan sudah ada sistem yang dapat mengatur sirkulasi udara secara otomatis. Sistem ini akan menyesuaikan dengan kondisi kualitas udara di luar kendaraan. Dengan demikian, penggunaan sirkulasi udara kabin sebaiknya disesuaikan dengan kondisi lingkungan. Untuk penggunaan harian di perkotaan Indonesia, mode sirkulasi tertutup dinilai masih lebih ideal. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang