Bau tak sedap di kabin mobil bisa bersumber dari akumulasi kotoran dan pertumbuhan bakteri dan jamur. Sisa makanan di kabin mobil juga turut menyumbang bau yang membandel. Bau ini tidak cukup hanya ditutupi dengan aroma, namun harus dihilangkan sumbernya. Beberapa metode penghilang bau di kabin mobil, seperti fogging, parfum dan sejenisnya sifatnya sebagai tambahan, bukan solusi utama. Dewa, pemilik bengkel AC Mobil Jogja mengatakan bau kabin mobil kerap dikaitkan dengan performa air conditioner (AC). Padahal, sumber bau bisa dari faktor eksternal. “Kotoran, sisa makanan, asap rokok, jamur dan bakteri yang terserao di jog, plafon dan karpet, aromanya akan disirkulasikan oleh AC, sehingga bisa langsung mengarah ke indera penciuman penumpang, maka dari itu konsumen harus senantiasa jaga kebersihan,” ucap Dewa kepada KOMPAS.com, Sabtu (21/2/2026). Sebisa mungkin, konsumen menjaga kebersihan kabin dari sisa makanan, sampah, dan kotoran sejenisnya. Terlebih lagi ada kotoran yang sifatnya berbau tajam, misal seperti durian, makanan basah, ikan, dan lainnya. Aroma sisa makanan bisa bertahan berhari-hari di dalam kabin, dan memicu pertumbuhan bakteri. Maka dari itu, kebiasaan menjaga kebersihan menjadi kunci mencegah bau kabin. Ilustrasi filter kabin mobil “Jika sudah terlanjur, konsumen butuh usaha ekstra untuk menghilangkan bau, cara paling efektif, pertama adalah menghilangkan sumber baunya, setelah itu dibersihkan evaporator dan filternya,” ucap Dewa. Fogging bisa dilakukan dengan tujuan dapat membunuh jamur dan bakteri yang sudah berkembang di dalam kabin, seperti karpet, kok dan bagian interior lainnya. Bila semua langkah di atas sudah dilakukan, tapi bau masih ada. Menurut Dewa, perlu dilakukan langkah yang tidak umum, yakni dengan bantuan dupa aroma terapi. Ilustrasi AC mobil kurang dingin “Dupa bakar aroma terapi bisa menutupi bau yang sulit dihilangkan, tapi pastikan dibakar aman di tempat khusus, jangan sampai mobil ikut terbakar,” ucap Dewa. Cara mengaplikasikannya, dupa dibakar sekali sampai habis. Nyalakan AC mobil dengan kaca dan pintu tertutup. Tunggu sampai beberapa menit. “Setelah itu keluarkan asap dupa yang tersisa, buka jendela, seharusnya bila sumber bau sudah dibersihkan, bau ekstrem sekalipun, seperti sisa makanan, kencing tikus, dan kecoa bisa hilang,” ucap Dewa. Cara tersebut Dewa temukan berdasarkan eksperimen mandiri dan diklaim cukup efektif. Meski demikian, cara paling ideal mencegah bau adalah dengan konsisten menjaga kebersihan kabin. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang