Tak jarang pengendara mengira air conditioner (AC) bermasalah ketika hembusan udara tiba-tiba tidak dingin atau bahkan mati. Kondisi tersebut rupanya belum tentu disebabkan kerusakan pada sistem AC, melainkan bisa dipicu suhu mesin yang terlalu panas, sehingga sistem secara otomatis mematikan kerja AC demi menjaga komponen mesin. Menurut Gunawan, pemilik Premium99 AC, kinerja AC mobil sangat berkaitan dengan kondisi pendinginan mesin. Jika sirkulasi radiator tidak optimal dan temperatur mesin naik berlebihan, sistem akan memutus kerja AC secara otomatis. “Ketika mesin cenderung panas, AC akan di-off-kan oleh sistem. Jadi sering kali bukan AC-nya yang rusak, tapi pendinginan mesin yang tidak bekerja dengan baik,” ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (24/12/2025). Gunawan menjelaskan, kondisi radiator, coolant, kipas pendingin, hingga aliran udara ke ruang mesin harus dipastikan dalam keadaan normal. Jika salah satu komponen tersebut bermasalah, temperatur mesin bisa cepat meningkat, apalagi saat mobil dipakai perjalanan jauh tanpa jeda. Ilustrasi AC mobil Karena itu, sebelum liburan atau mudik, pemilik mobil disarankan melakukan perawatan berkala dengan prioritas pengecekan sistem pendinginan dan AC. Selain AC, beberapa komponen lain juga perlu diperiksa, seperti performa mesin, rem, oli, hingga sistem pendingin radiator secara menyeluruh. Dari sisi penggunaan, Gunawan menyarankan agar AC sesekali diatur menggunakan mode udara luar saat perjalanan panjang. Langkah ini berfungsi untuk menyegarkan sirkulasi udara di dalam kabin sekaligus meringankan kerja sistem AC. “Cukup 1 sampai 3 menit saja, tidak perlu buka jendela, karena udara tetap masuk lewat filter,” kata dia. Khusus mobil dengan konfigurasi single blower dan membawa banyak penumpang, pengaturan kecepatan blower juga perlu diperhatikan. Gunawan menyarankan, blower dinaikkan ke level dua atau tiga agar aliran udara bisa menjangkau baris belakang dan menjaga kenyamanan seluruh penumpang. Double blower AC dipindah ke samping untuk memasang sunroof Selain AC dan mesin, pemilik mobil juga diingatkan untuk mengecek komponen pendukung keselamatan sebelum bepergian jauh, seperti wiper, lampu, klakson, serta kondisi ban. Dengan persiapan menyeluruh, risiko gangguan di perjalanan bisa ditekan dan kenyamanan berkendara tetap terjaga. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang