Embun sering muncul di kaca mobil ketika hujan turun. Salah satu penyebabnya, dipicu kebiasaan penumpang yang mematikan air conditioner (AC) saat terasa terlalu dingin. Sebenarnya, mematikan AC mobil saat sedang turun hujan tidak disarankan, karena dapat membuat pandangan pengemudi terganggu. Lantas, seperti apa setelah AC mobil yang benar saat hujan? Dewa, pemilik bengkel AC Mobil Jogja mengatakan, setelan AC mobil sebaiknya tetap menyala. “Bila AC mati, maka dapat menimbulkan kondensasi udara, dampaknya kaca mobil berembun sisi dalamnya, merugikan, karena bisa mengganggu pandangan pengemudi,” ucap Dewa kepada KOMPAS.com, Minggu (9/11/2025). Dewa menjelaskan, AC mobil sebaiknya tetap hidup dengan menyesuaikan suhu dan setelan arah embusan anginnya. “Konsumen bisa memilih embusan angin yang mengarah ke kaca depan atau mengaktifkan defroster, sehingga kaca depan tidak akan berembun meski pasang suhu tidak terlalu dingin,” ucap Dewa. ilustrasi embun di kaca mobil Menurutnya, konsumen bisa juga menghidupkan heater atau penghangat udara kabin, khusus mobil tertentu yang sudah dilengkapi. Meski demikian, Dewa juga menyarankan agat konsumen menghidupkan defogger. Tujuannya, agar kaca belakang tidak berembun, yakni pemanas kaca bawaan pabrik. “Suhu udara di dalam kabin yang lebih hangat, cenderung akan membuat kaca mobil berembun, maka dari itu butuh fitur khusus,” ucap Dewa. Dengan fitur defroster atau membuat arah embusan angin ke kaca depan, dan menyalakan penghangat kaca, maka embun tidak akan menempel di kaca mobil bagian depan dan belakang. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.