Tidur di dalam kabin mobil dengan air conditioner (AC) hidup dan jendela tertutup rapat sangat berbahaya. Banyak kasus fatal terjadi karena orang tidak sadar risikonya. Hardi Wibowo, pemilik bengkel Spesialis Nissan - Honda Yogyakarta mengatakan ada risiko keracunan ketika seseorang tidur di dalam kabin dengan AC dan mesin hidup. “Orang berpikir aman dan lebih nyaman, ketika istirahat di dalam kabin mobil dengan menghidupkan AC dan mesin menyala selama jendela tertutup rapat, tapi ini sebenarnya berbahaya,” ucap Hardi kepada KOMPAS.com, belum lama ini. AC mobil hidup, selalu membutuhkan mesin menyala agar embusan angin terasa sejuk. Namun, kondisi ini sebenarnya ada risiko karena mesin selalu menghasilkan gas buang. “Salah satunya gas buang tak berbau dan tak berwarna yang mematikan karbon monoksida (CO), meski jendela tertutup rapat, sifat gas bisa masuk lewat lubang kecil kabin, terhisap oleh blower AC dan akhirnya mengisi ruang kabin secara perlahan,” ucap Hardi. Orang yang mengirup CO, akan mengalami kekurangan oksigen di dalam aliran darah, sehingga korban tertidur dan tidak akan bangun lagi. Ilustrasi lampu kabin mobil menyala Beristirahat di dalam mobil bisa aman, asal mengikuti prosedur yang benar. Banyak kasus berbahaya muncul karena orang tidur dengan mesin dan AC menyala lalu kabin tertutup rapat. Dalam kondisi darurat, misal untuk tidur 10 sampai 30 menitan, pengendara cukup matikan mesin dan AC ketika sudah menemukan tempat berhenti yang aman. “Buka jendela 2 sampai 3 cm yang cukup untuk ventilasi udara, bila perlu pasang tirai darurat untuk menjaga privasi dan menghalau serangga masuk,” ucap Hardi. Jadi, istirahat di dalam mobil dengan AC dan mesin hidup sangat tidak dianjurkan karena bisa menyebabkan kematian. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang