JAKARTA, KOMPAS.com – Berkendara motor saat hujan membuat helm tak terhindar dari kondisi basah, baik di bagian luar maupun dalam. Jika dibiarkan atau disimpan dengan cara yang keliru, maka helm bisa cepat rusak, berbau, bahkan berjamur. Presiden RC Motogarage, Reyner Alexander, membagikan beberapa langkah sederhana namun penting terkait cara menyimpan helm setelah terkena hujan. Langkah ini bertujuan menjaga kualitas material helm sekaligus kenyamanan pengendara saat digunakan kembali. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan visor dan shell helm dilap hingga benar-benar kering. Air hujan yang tersisa di permukaan helm berpotensi meninggalkan noda dan mempercepat penurunan kualitas material, terutama pada visor. Helm pebalap MotoGP di IMHAX 2025 Setelah itu, helm disarankan untuk diangin-anginkan menggunakan kipas angin dengan hembusan cukup kencang. Proses ini membantu mengeringkan bagian dalam helm tanpa risiko kerusakan. "Jangan langsung dijemur matahari, karena bisa merusak EPS (Expanded Polystyrene/Styrofoam)," ucap Reyner, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. EPS merupakan lapisan styrofoam di dalam helm yang bertugas menahan benturan kepala ketika terjadi kecelakaan. Lapisan ini tidak boleh sampai rusak karena bisa memengaruhi fungsinya untuk melindungi kepala. Selain itu, untuk mempercepat proses pengeringan, padding atau busa helm bisa dilepas jika memungkinkan. Dengan begitu, sirkulasi udara ke bagian dalam helm menjadi lebih optimal, sehingga kelembapan tidak terperangkap terlalu lama. Soal penyimpanan, helm sebaiknya tidak diletakkan sembarangan setelah kehujanan, terutama di ruang tertutup yang minim sirkulasi udara. “Simpan di tempat kering dan ada sirkulasi udara, jangan taro di box helm,” ucap Reyner. Sebagai langkah tambahan, Reyner juga menyarankan penggunaan silika gel untuk membantu menyerap kelembapan. “Masukkan silika gel kecil di dalam helm ketika dipajang di lemari atau di tempat terbuka,” kata dia. Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, helm dapat tetap terjaga kebersihan dan kualitasnya, meski kerap digunakan di tengah kondisi hujan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang