Rem mobil yang mengeluarkan bunyi “nyit-nyit” setelah menerabas banjir saat hujan atau usai mencuci kendaraan kerap membuat pemilik mobil khawatir. Suara tersebut biasanya muncul saat pedal rem diinjak pada kecepatan rendah, terutama setelah mobil melewati genangan air, parkir dalam kondisi basah, atau baru keluar dari tempat cuci. Meski sering dianggap sepele, bunyi ini bisa menjadi sinyal adanya kondisi tertentu pada sistem pengereman yang perlu diperhatikan. Menurut Lung Lung, pemilik Dokter Mobil, bunyi pada rem setelah terkena air umumnya berkaitan dengan adanya sisa air, kotoran, atau partikel asing di area kampas dan piringan rem. Kondisi ini cukup umum terjadi dan tidak selalu menandakan kerusakan serius. “Biasanya itu karena masih ada air, debu, atau kerikil halus yang menempel di piringan atau kampas rem. Setelah hujan, banjir, atau habis cuci mobil, kampas rem memang bisa jadi tidak pakem dan menimbulkan bunyi,” kata Lung Lung kepada Kompas.com, Minggu (11/1/2026). Ia menjelaskan, kampas rem yang basah akan mengalami penurunan daya cengkeram sementara. Saat pedal diinjak, gesekan antara kampas dan piringan tidak bekerja optimal, sehingga memunculkan suara gesek bernada tinggi. Dalam banyak kasus, kondisi ini bisa hilang dengan sendirinya setelah rem kembali kering. Ilustrasi mengerem mobil. “Kalau masih ringan, cara paling sederhana adalah dipakai saja. Rem pelan-pelan beberapa kali supaya airnya keluar dan kampas kembali kering. Biasanya bunyi akan hilang,” ujarnya. Namun, jika bunyi tidak kunjung hilang atau terasa semakin mengganggu, Lung Lung menyarankan agar sistem rem diperiksa lebih lanjut. Bisa jadi terdapat kotoran yang terjepit, permukaan kampas yang tidak rata, atau piringan rem yang perlu dibersihkan. “Kalau sudah dipakai tapi tetap bunyi, sebaiknya dibongkar. Dibersihkan kampas dan piringannya, lalu dipasang kembali. Umumnya karena ada debu, lumpur, atau kerikil kecil yang nyelip,” ucapnya. Selain itu, bunyi rem juga dapat dipicu oleh kondisi piringan yang mulai tidak rata atau mengalami perubahan permukaan akibat panas berlebih. Untuk itu, pemilik mobil disarankan tidak mengabaikan gejala yang muncul berulang, terutama jika disertai getaran atau penurunan performa pengereman. “Rem itu komponen keselamatan. Kalau ada bunyi yang mencurigakan dan tidak normal, jangan ditunda. Lebih baik dicek lebih awal daripada berisiko di jalan,” kata Lung Lung. Sebagai langkah pencegahan, pemilik mobil disarankan rutin membersihkan area rem setelah melewati banjir, menghindari menyemprot piringan rem langsung dengan tekanan air tinggi, serta melakukan pemeriksaan berkala agar sistem pengereman tetap bekerja optimal. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang