Memasuki musim penghujan, anggapan bahwa mobil bermesin diesel lebih tangguh menerjang banjir dibandingkan dengan mobil bensin kembali ramai dibicarakan. Terlebih setelah salah satu video yang memperlihatkan mobil Isuzu Panther tetap menyala usai terendam banjir selama 10 jam viral di media sosial. Banyak yang percaya bahwa mesin diesel lebih aman saat melewati genangan tinggi. Namun, benarkah demikian? Esa, pemilik bengkel Esa Diesel Specialist Common Rail, mengatakan bahwa kunci utama bukan soal mesin diesel atau bensin, melainkan apakah udara bersih masih bisa masuk tanpa tercampur air. “Selama tidak kemasukan air di filter udara atau ke cylinder head, aman saja,” ujar Esa saat dihubungi Kompas.com, Kamis (4/12/2025). Ia menjelaskan bahwa mobil diesel umumnya memiliki posisi filter udara yang lebih tinggi. Ilustrasi Isuzu Panther Hal ini menjadi alasan mengapa sebagian orang menilai diesel lebih bisa diajak menyeberang genangan. “Kalau mobil sedan mungkin satu ban sudah kemasukan air, kalau Panther atau mobil diesel lain saya rasa tidak apa-apa apabila melewati genangan air yang tingginya sekitar satu ban, karena letak filter udaranya agak di atas,” lanjutnya. Meski begitu, Esa menekankan bahwa mobil diesel tetap bisa rusak parah jika air masuk ke ruang bakar. Kondisi water hammer dapat menghentikan mesin seketika, dan kerusakannya bisa sangat mahal. Ada juga beberapa mobil off-road atau SUV 4x4 yang sudah dibekali snorkel, corong udara yang dipasang tinggi di pilar A. Fungsinya jelas, memastikan mesin tetap menghirup udara bersih meski menerjang air lebih dalam. “Misalkan terobos banjir itu jarak mungkin cuma 100 meter sih oke. Ada juga mobil yang menggunakan corong di atas (snorkel), tujuannya untuk terobos air. Intinya, selama filter udara tidak kemasukan air, itu masih aman,” kata Esa. Dengan kata lain, mobil diesel memang cenderung lebih aman menerobos banjir, tetapi bukan karena mesin dieselnya lebih kuat. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari posisi filter udara yang lebih tinggi hingga dipasangnya snorkel. Namun, tetap saja, jika air sampai tersedot ke ruang bakar, maka konsekuensinya sama beratnya dengan mobil bensin, yakni bisa mengalami water hammer. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang