Musim hujan menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara sepeda motor. Tetesan air akan membuat beberapa model motor mengalami masalah, terlebih lagi pada unit yang jarang dirawat. Dalam hal ini, terdapat dua jenis sistem bahan bakar motor yakni sistem karburasi dan injeksi. Keduanya memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, khususnya dalam menghadapi musim hujan. Gio, pemilik bengkel sepeda motor Giovani Motor Cawas Klaten mengatakan motor karburator umumnya lebih rewel saat musim hujan, karena usia dan adanya potensi air masuk ke saluran BBM. “Ada istilah ‘masuk angin’ di motor karburator, ini sebenarnya yang terjadi ada air yang masuk ke saluran BBM, bisa lewat filter udara atau saluran pernapasan, sementara di motor injeksi jarang terjadi,” ucap Gio kepada KOMPAS.com, Senin (29/12/2025). Ketika air masuk ke ruang bakar, maka motor injeksi maupun karburator tetap bakal mengalami masalah. Artinya, motor yang memiliki sistem tertutup akan lebih aman. “Meski sering rewel ketika hujan, motor karburator mudah ditangani karena sistem bahan bakar bisa disetel manual dan tidak tergantung pada sensor-sensor seperti motor injeksi,” ucap Gio. Kendaraan yang melintas dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah di Jalur Pantura Indramayu, tepatnya di rest area UPPKB Jembatan Timbang Losarang Indramayu, Kamis (25/12/2025) Masalah ringan seperti katup choke pada motor karburator bisa membuat motor mogok, karena saat dingin, bahan bakar lebih susah terbakar. Sementara pada motor injeksi sudah diatur otomatis oleh sistem. Penyebab motor mogok juga bisa dari sistem pembakaran, yakni koil pengapian dan busi. Komponen ini terdapat di motor injeksi dan karburator. “Bila busi basah, atau kabelnya kena air, maka pengapian akan menjadi kurang maksimal, ini motor injeksi atau karburator sama, pasti bakal mogok dan susah dihidupkan kembali,” ucap Gio. Ilustrasi perawatan motor karburator Khusus untuk motor karburator, Gio menyarankan, motor perlu perawatan ekstra saat musim hujan, terutama pembersihan karburator dan saluran pernapasannya. Penyetelan juga bisa disesuaikan agar putaran mesin sedikit lebih tinggi ketika musim hujan. “Misal bicara menerobos genangan air, motor karburator ataupun injeksi sama saja, bila airnya terlalu dalam ya potensi mogok juga, risiko water hammer,” ucap Gio. Jadi, antara motor injeksi dan karburator bisa sama-sama tangguh untuk melewati hujan selama unit dirawat dengan baik dan menghindari genangan air yang terlalu dalam. Sayangnya, kebanyakan motor karburator sudah berusia sehingga potensi masalahnya lebih banyak. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang