PT Astra Honda Motor (AHM) memastikan seluruh sepeda motor Honda yang beredar saat ini sudah kompatibel dengan bahan bakar etanol hingga kadar 10 persen (E10). Artinya, konsumen tidak perlu khawatir terhadap kebijakan pemerintah yang mulai mendorong penggunaan BBM campuran etanol sebagai alternatif energi ramah lingkungan. Hal ini disampaikan oleh Ahmad Muhibbuddin, General Manager Corporate Communication PT Astra Honda Motor, yang menegaskan bahwa kompatibilitas ini bukan hal baru. Ilustrasi BBM mengandung etanol. “Saya hanya bisa menyatakan begini, semua sepeda motor yang dipasarkan oleh PT Astra Honda Motor saat ini sudah memenuhi kualifikasi untuk menggunakan bensin E10 (10 persen etanol),” ujar Muhib di Jakarta (24/10/2025). “Itu sudah kita sampaikan di buku manual pemeliharaan. Jadi seharusnya tidak ada masalah,” kata dia. Ia menambahkan, kemampuan ini sudah diterapkan sejak Honda beralih dari sistem karburator ke teknologi injeksi, yang mulai digunakan secara masif sekitar tahun 2010–2015. Motor BeAT karburator. “Saya lupa pastinya (sejak kapan), tapi sudah lama. Sejak kami beralih ke sistem injeksi itu sudah. Saya lupa dari tahun berapa, tapi ini sudah lama (kompatibel),” ucap Muhib. Meski demikian, Muhib mengingatkan bahwa motor-motor lama yang masih menggunakan karburator perlu dicek kembali untuk memastikan kesesuaiannya terhadap bahan bakar beretanol. “Kalau yang karburator, itu harus dicek lagi, secara hasil lab seperti apa. Tapi sekarang kita sudah tidak memasarkan motor karburator. Semua produk baru sudah injeksi,” kata dia. Dengan teknologi injeksi yang kini menjadi standar di semua model, AHM memastikan motor Honda tetap aman dan efisien meskipun menggunakan bahan bakar dengan campuran etanol. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.