Pengendara umumnya melintas di dua jenis permukaan jalan utama, yakni beton dan aspal. Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda, terutama ketika basah. Perbedaan inilah yang kerap luput disadari, padahal bisa menentukan tingkat keselamatan. Lalu, di antara jalan beton dan aspal, mana yang lebih berisiko saat hujan? Marcell Kurniawan, Training Director Real Driving Centre (RDC) mengatakan secara umum jalan beton akan lebih berbahaya ketika basah daripada aspal. “Pada jalan beton bisa lebih licin, karena air cenderung menggenang, dan bisa menyebabkan aquaplaning, sementara aspal lebih aman dari risiko genangan,” ucap Marcell kepada KOMPAS.com, Minggu (28/12/2025). Genangan air akan menjadi sangat berbahaya bagi kendaraan yang melaju kencang. Pasalnya, air bisa memberikan gaya ke atas ke permukaan ban sehingga kendaraan bisa melayang atau tidak menapak permukaan jalan. Semakin kencang laju kendaraan, dan semakin dalam genangan airnya akan memberikan daya layang lebih besar, sehingga dapat meningkatkan risiko mobil kehilangan kendali, terpelanting dan sejenisnya. Arus lalu lintas di Km 47 ruas jalan tol Jakarta - Cikampek, Rabu (24/12/2025) siang. Kendati jalan aspal terbilang lebih aman, namun, Marcell mengingatkan kembali terhadap kemungkinan risiko tambahan, khususnya saat hujan pertama kali turun. “Jalan aspal lebih aman, namun perlu lebih berhati-hati saat hujan baru turun. Karena minyak, debu, jelaga knalpot dan kotoran yang menempel di permukaan aspal akan bercampur air, ini bisa menyebabkan jalan lebih licin,” ucap Marcell. Maka dari itu, begitu hujan turun, pengemudi wajib menyesuaikan laju kecepatan kendaraan dan meningkatkan kewaspadaan agar lebih aman. Arus lalu lintas di ruas jalan tol Jakarta - Cikampek, Selasa (23/12/2025) siang. Sebagai tambahan informasi, jalan beton dan aspal ditinjau dari karakter pengerasannya juga berbeda. Sehingga, memiliki sifat tak sama ketika terkena air atau saat hujan. Akademisi Universitas Muhammadiyah Semarang dan Praktisi Perkerasan Jalan Wawarisa Alnu Fistcar mengatakan jalan beton lebih kuat untuk menahan beban berat, karena karakternya kaku. “Tapi kelemahannya jalan beton tak bisa menyerap air dengan baik, sehingga kerap menyebabkan banjir atau terjadi genangan, sementara aspal penyerapan air bagus tapi mudah rusak ketika kena air, maka dari itu banyak jalan berlubang ketika musim hujan datang,” ucap Fitscar kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Sebuah truk melintas pelan di jalan gelap dan berlubang Pantura Trengguli, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Selasa (25/11/2025) malam. Meski tak kuat dengan beban berat, menurut Fitscar, jalan aspal cenderung lebih empuk, sehingga ramah terhadap permukaan ban kendaraan dan bisa menghasilkan traksi lebih baik. Jadi, jalan beton lebih berpotensi mengalami genangan ketika hujan, karena penyerapan airnya kurang. Maka dari itu, bisa lebih berbahaya saat hujan, khususnya terkait fenomena aquaplaning. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang