Hujan yang baru mulai turun sering kali memicu reaksi spontan sebagian pengendara motor untuk memacu kecepatan, dengan alasan ingin segera mencari tempat berteduh atau cepat sampai tujuan. Tanpa disadari, kondisi awal hujan justru menjadi salah satu fase paling berbahaya di jalan raya karena permukaan aspal masih licin dan jarak pandang mulai menurun. Menurut Victor Assani, Ketua Bidang Road Safety and Motorsport Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), kebiasaan ngebut saat hujan baru turun merupakan refleks yang keliru dan sangat berisiko terhadap keselamatan pengendara. “Pada saat hujan, apalagi di awal-awal, banyak pengendara yang justru buru-buru dan menaikkan kecepatan. Padahal kondisi jalan belum stabil dan tingkat bahaya meningkat,” kata Victor kepada Kompas.com, Senin (19/1/2026). Victor menjelaskan, air hujan yang bercampur debu, oli, dan kotoran di permukaan jalan membuat aspal menjadi jauh lebih licin dibandingkan saat hujan sudah berlangsung lama. Dalam kondisi tersebut, daya cengkeram ban menurun drastis dan risiko selip tidak bisa dihindari. Situasi semakin berbahaya ketika pengendara mengabaikan rambu dan marka jalan. Salah satu pelanggaran yang kerap terjadi adalah menerobos lampu merah karena merasa terburu-buru atau menganggap kendaraan dari arah lain belum melaju. Ilustrasi berkendara motor saat hujan. “Melanggar lampu lalu lintas saat hujan sangat berbahaya. Visibilitas menurun, reaksi pengendara lain melambat, dan ini bisa berujung kecelakaan fatal,” ujar Victor. Ia menekankan, pengendara seharusnya justru menurunkan kecepatan, menjaga jarak aman, serta menghindari manuver mendadak ketika hujan mulai turun. Konsentrasi dan kesabaran menjadi kunci utama agar tetap selamat di jalan. Victor juga mengingatkan pentingnya kesiapan pengendara dan kendaraan saat menghadapi hujan, mulai dari kondisi ban dan rem hingga perlengkapan berkendara seperti jas hujan yang aman dan tidak mengganggu kontrol motor. Dengan memahami risiko di awal hujan, pengendara diharapkan tidak lagi menjadikan hujan sebagai alasan untuk terburu-buru. Berkendara dengan tenang dan disiplin justru menjadi cara paling aman untuk tiba di tujuan tanpa insiden. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang