Pengemudi harus waspada ketika hujan, pasalnya permukaan jalan di Indonesia bisa terasa lebih licin ketika permukaan jalan berganti dari aspal ke jalan beton. Material permukaan jalan di Indonesia ada dua jenis, yakni aspal dan beton. Bahkan, dalam satu ruas bisa berupa kombinasi keduanya. Padahal, keduanya memiliki sifat tak sama ketika dalam kondisi basah. Marcell Kurniawan, Training Director Real Driving Centre (RDC) mengatakan pengemudi wajib mengantisipasi bahaya beda karakter jalan beton dan aspal ketika hujan. “Pengemudi perlu jaga pandangan jauh kedepan saat mengemudi dalam kondisi hujan, agar siap bila ada perbedaan jenis jalan aspal dan beton, secara umum jalan beton akan lebih berbahaya ketika basah daripada aspal,” ucap Marcell kepada KOMPAS.com, Minggu (28/12/2025). Artinya, pengemudi tak bisa menyamakan traksi ban terhadap permukaan jalan beton dan aspal. Sementara keduanya masih kerap dijumpai saling bergantian, sehingga mau tak mau pengemudi harus menyesuaikan kecepatan berkendara. Berikut penyesuaian berkendara saat musim hujan menurut Marcell: Penerapan contraflow dari Km 55 - 47 ruas ajalan tol Japek arah Jakarta, Minggu (28/12/2025) sore. Lakukan persiapan sebelum musim hujan, seperti mengganti ban yang sudah tipis Jaga tekanan angin ban sesuai rekomendasi pabrikan, jangan kelebihan karena traksinya ke jalan jadi lebih kecil Saat hujan kurangi kecepatan sekitar 25 persen dari kecepatan yang diwajibkan di jalan tersebut Jaga jarak aman lebih jauh yakni sekitar 4 sampai 5 detik “Pada jalan beton bisa lebih licin, karena air cenderung menggenang, dan bisa menyebabkan aquaplaning, sementara aspal lebih aman dari risiko genangan,” ucap Marcell. Pembatasan angkutan barang di jalan tol Nataru 2025/2026 Genangan air akan menjadi sangat berbahaya bagi kendaraan yang melaju kencang. Pasalnya, air bisa memberikan gaya ke atas ke permukaan ban sehingga kendaraan bisa melayang atau tidak menapak permukaan jalan. Semakin kencang laju kendaraan, dan semakin dalam genangan airnya akan memberikan daya layang lebih besar, sehingga dapat meningkatkan risiko mobil kehilangan kendali, terpelanting dan sejenisnya. Kendati jalan aspal terbilang lebih aman, namun, Marcell mengingatkan kembali terhadap kemungkinan risiko tambahan, khususnya saat hujan pertama kali turun. Jalan Gemulung – Soka sudah beraspal mulus membuat pengendara nyaman melintasi kawasan hutan menuju destinasi Waduk Sermo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. “Jalan aspal lebih aman, namun perlu lebih berhati-hati saat hujan baru turun. Karena minyak, debu, jelaga knalpot dan kotoran yang menempel di permukaan aspal akan bercampur air, ini bisa menyebabkan jalan lebih licin,” ucap Marcell. Maka dari itu, begitu hujan turun, pengemudi wajib menyesuaikan laju kecepatan kendaraan dan meningkatkan kewaspadaan agar lebih aman. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang