Pengujian konsumsi daya menjadi salah satu cara paling realistis untuk mengetahui seberapa efisien mobil listrik dalam pemakaian harian. Kali ini saya melakukan uji konsumsi daya iCar V23 dengan metode yang mendekati pola penggunaan konsumen sehari-hari. Rute yang ditempuh sejauh kurang lebih 60 kilometer, mengombinasikan jalan tol dan non-tol. Perjalanan dimulai dari kantor Kompas.com di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, menuju BSD City, Tangerang, lalu kembali lagi ke titik awal. Test Drive iCar V23 Selama pengujian, mobil dikendarai dengan gaya normal tanpa teknik eco driving khusus. Kondisi jalan raya juga bervariasi dari lancar normal sampai macet di beberapa titik. Pendingin udara (AC) disetel pada suhu 20 derajat Celsius dengan kecepatan blower menyesuaikan, sementara sistem audio tetap menyala. Selama pengujian mobil diisi oleh tiga orang penumpang. Total bobot keseluruhan sekitar 188 kilogram. Dengan komposisi tersebut, kondisi kendaraan bisa dibilang merepresentasikan penggunaan realistis sehari-hari, bukan dalam kondisi kosong atau hanya diisi satu pengemudi saja. Test Drive iCar V23 Sebab beban penumpang turut memengaruhi konsumsi energi, sehingga hasil pengujian ini dapat memberikan gambaran yang lebih relevan jika berkendara bersama keluarga atau rekan kerja. Semua fitur yang lazim digunakan harian juga dibiarkan aktif. Mode berkendara yang dipilih adalah Comfort atau setara mode normal. Berdasarkan data yang tertera pada multi information display (MID), setelah menempuh jarak sekitar 60 Km dengan kombinasi jalan tol dan perkotaan, konsumsi daya tercatat sebesar 13,9 kWh per 100 Km. Jika dikonversi secara ekuivalen energi, angka tersebut setara dengan konsumsi mobil bensin yang mampu menempuh sekitar 64 kilometer per liter. Perhitungannya mengacu pada konversi energi, di mana 1 liter bensin setara kurang lebih 8,9 kWh. Konsumsi daya iCar V23 sepanjang 60 Km Menariknya, saat mobil digunakan dominan di jalan tol dengan kecepatan stabil, konsumsi dayanya lebih efisien, yakni 10,2 kWh per 100 km. Secara ekuivalen energi, angka ini setara dengan mobil bensin yang mampu mencatatkan konsumsi sekitar 87 Km per liter. Bicara efisiensi selama pengetesan, mobil ini memapu berjalan 7,19 Km tiap 1 kWh. Artinya di atas kertas, jika baterai penuh bisa berjalan setidaknya mencapai 500 Km. Sesuai klaim pabrikan pakai ukuran CLTC standar. Hasil ini menunjukkan bahwa efisiensi mobil listrik sangat dipengaruhi oleh pola dan karakteristik perjalanan, termasuk kondisi lalu lintas serta kestabilan kecepatan kendaraan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang