V Hybrid menjadi salah satu produk Honda yang cukup mencuri perhatian di pasar otomotif Indonesia. SUV ringkas ini meluncur pada pertengahan 2025 dan langsung hadir dalam empat varian, dengan HR-V e:HEV sebagai opsi termurah seharga Rp 449 juta. Menariknya, justru varian hybrid paling terjangkau ini yang menjadi tulang punggung penjualan HR-V sepanjang 2025. Test drive Honda HR-V Hybrid varian termurah Berdasarkan data wholesales Gaikindo periode Juli–Desember 2025, distribusi HR-V e:HEV mencapai 3.212 unit, menjadikannya varian terlaris. Adapun HR-V e:HEV RS sebanyak 2.828 unit dan tipe HR-V E+ 2.042 unit. Konsumen Indonesia tampaknya cukup rasional, yakni memilih teknologi hybrid dengan harga paling masuk akal, tanpa harus mengejar tipe tertinggi. Dari sisi desain, menurut saya, HR-V e:HEV masih familiar dengan model sebelumnya. Wajah depannya kini lebih mengotak dibanding model sebelumnya, dengan aksen biru di sekitar logo “H” sebagai penanda elektrifikasi. Honda HR-V e:HEV jadi varian HR-V hybrid termurah Secara umum, tampilannya mirip dengan tipe bensin E+ maupun varian di bawahnya, sehingga diferensiasi visual terasa minim. Padahal, dengan harga mendekati setengah miliar rupiah, nuansa eksklusif seharusnya bisa dibuat lebih kuat. Meski begitu, sektor kaki-kaki cukup “niat”. Varian ini sudah menggunakan pelek 18 inci dengan ban Bridgestone Alenza 225/50 R18, membuat tampilannya tetap proporsional dan berkelas untuk ukuran SUV ringkas. Honda HR-V e:HEV jadi varian HR-V hybrid termurah Masuk ke kabin, HR-V e:HEV memadukan material fabric dan kulit. Desain dasbornya rapi, minimalis, khas Honda. Keputusan mempertahankan banyak tombol fisik untuk pengaturan AC dan audio patut diapresiasi karena membuat pengoperasian lebih intuitif dibanding tren full layar sentuh. Namun, varian termurah ini harus mengorbankan panoramic roof. Absennya fitur tersebut membuat kesan kabin sedikit lebih sempit, meski fungsionalitas tetap terjaga. Honda HR-V e:HEV jadi varian hybrid termurah saat ini. Soal kepraktisan, HR-V masih menjadi salah satu yang terbaik di kelasnya berkat Ultra Seat. Dengan fitur ini, saya dapat melipat jok belakang lebih fleksibel untuk membawa barang berdimensi tinggi. Untuk fitur, HR-V e:HEV ternyata tidak terasa “dipangkas” secara signifikan. Varian ini sudah dibekali power back door, spion lipat otomatis, remote engine start, serta smart key yang memungkinkan membuka jendela lewat tombol unlock. Sektor pencahayaan juga menjadi nilai jual, di mana headlamp sudah LED projector dengan sein sequential, ditambah foglamp LED. Honda HR-V e:HEV jadi varian HR-V hybrid termurah Di kabin, panel instrumen TFT tampil modern dan bisa disesuaikan, sementara head unit mirip tipe RS. Hanya saja, dari pengamatan saya, resolusi kamera 360 masih tergolong rendah. Dari sisi keselamatan, Honda tetap menyematkan Honda Sensing bahkan untuk varian termurah, sebuah poin penting di segmen SUV ringkas. Soal rasa berkendara, HR-V Hybrid langsung terasa responsif sejak putaran bawah. Dari yang saya rasakan, karakter sistem e:HEV membuat akselerasi terasa spontan, terutama di mode Sport. Transisi kerja antara motor listrik dan mesin bensin juga sangat halus, minim getaran. Honda HR-V e:HEV jadi varian hybrid termurah saat ini. Mesin 1.5L i-VTEC menghasilkan tenaga 106 PS dengan torsi 127 Nm, sementara motor listriknya menyumbang 131 PS dengan torsi besar 253 Nm. Kombinasi ini membuat HR-V Hybrid terasa cocok untuk stop and go perkotaan. Suspensinya cenderung firm, tetapi masih dalam batas nyaman. Keuntungannya, mobil terasa stabil saat dipacu hingga 100 Kpj, minim limbung, dan tetap bersahabat dikendalikan. Kekedapan kabin juga meningkat, meski kualitas audio bawaan, dari pengalaman saya terasa biasa saja untuk mobil dengan harga hampir Rp 500 juta. Test drive Honda HR-V hybrid varian termurah Salah satu daya tarik terbesar HR-V Hybrid tentu konsumsi BBM. Dalam pengujian rute harian sejauh 75 km, konsumsi tercatat 22,8 km per liter. Jika lebih sabar menjaga kecepatan rata-rata 30–50 kpj, dengan mudah angkanya bisa menembus 25 km per liter. Menariknya, perawatan HR-V hybrid ini tidak berbeda dengan HR-V generasi sebelumnya meskipun sudah dilengkapi teknologi e:HEV. Ilustrasi Honda HR-V Hybrid saat mengisi BBM di SPBU BP Berdasarkan biaya servis berkala di bengkel resmi Honda, pemilik perlu menyiapkan anggaran total sekitar Rp 14.102.090 untuk perawatan selama lima tahun atau 100.000 km. Jika dibagi rata per tahun, maka biaya servis yang harus disiapkan adalah sekitar Rp 2.820.418. Selain biaya servis, komponen besar lainnya dalam biaya kepemilikan adalah pajak kendaraan bermotor yang wajib dibayarkan setiap tahun. Untuk Honda HR-V hybrid termurah, PKB tercatat sebesar Rp 6.888.000 ditambah SWDKLLJ Rp 143.000, sehingga total pajak tahunan menjadi Rp 7.031.000. Test drive Honda HR-V Hybrid varian termurah Perlu diketahui, angka pajak ini mengacu pada STNK atas nama perusahaan di Jakarta sehingga bisa berbeda tergantung wilayah dan status kepemilikan. Jika biaya servis tahunan dan pajak digabungkan, maka total biaya kepemilikan Honda HR-V hybrid termurah selama setahun mencapai Rp 9.851.418. Dengan demikian, konsumen perlu menyisihkan dana sekitar Rp 820.951 per bulan atau kurang lebih Rp 27.365 per hari selama 5 tahun, untuk menanggung biaya kepemilikan rutin di luar cicilan dan pengeluaran bahan bakar. Honda HR-V e:HEV jadi varian hybrid termurah saat ini. Kesimpulan: Plus: konsumsi BBM sangat irit, performa responsif, sudah ada Honda Sensing, kabin praktis, kelengkapan fitur harian tetap lengkap Minus: diferensiasi desain dengan tipe bensin minim, tidak ada panoramic roof, head unit dan resolusi kamera 360 kurang memuaskan, kualitas audio biasa saja untuk harganya, peredaman kabin masih kurang KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang