Honda HR-V bekas masih menjadi salah satu SUV favorit di pasar mobil second karena desainnya modern, kabin nyaman, serta konsumsi bahan bakarnya cukup efisien. Selain itu, mobil ini juga dikenal cukup bandel untuk penggunaan harian. Namun, seperti mobil bekas pada umumnya, ada beberapa kerusakan atau keluhan yang cukup sering ditemui, terutama tergantung tahun produksi dan riwayat pemakaian sebelumnya. Iwan dari bengkel Iwan Motor Solo mengatakan, secara umum Honda HR-V bekas tergolong nyaman dipakai harian dan minim masalah berat bila perawatannya rutin. “Honda HR-V bekas, secara umum mobil ini bandel dan nyaman dipakai harian. Tapi ada beberapa kerusakan atau keluhan yang cukup sering ditemui, terutama tergantung tahun dan pemakaian sebelumnya,” kata Iwan, kepada Kompas.com, Rabu (20/5/2026). Honda HR-V 1.5L E Special Edition Salah satu masalah yang paling sering muncul ialah sektor kaki-kaki. Komponen seperti bushing, shockbreaker, link stabilizer, hingga tie rod biasanya mulai aus seiring usia pakai kendaraan. Akibatnya, muncul bunyi-bunyi saat mobil melewati jalan rusak atau polisi tidur. Untuk biaya perbaikan kaki-kaki, estimasinya berkisar Rp 1 juta sampai Rp 5 juta tergantung komponen yang diganti serta pilihan part original atau aftermarket. Selain itu, transmisi CVT juga perlu mendapat perhatian khusus. Menurut Iwan, masalah biasanya muncul bila pemilik sebelumnya jarang mengganti oli CVT secara berkala. “Kalau pemilik sebelumnya jarang ganti oli CVT, kadang muncul gejala ngeden, getar, atau jedug,” kata Iwan. Untuk penanganan ringan seperti flushing oli CVT, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 2 jutaan. Namun bila kerusakan sudah parah dan perlu overhaul transmisi, biaya bisa membengkak hingga Rp 5 juta sampai Rp 10 juta. Keluhan lain yang juga cukup sering ditemui pada HR-V bekas adalah rack steer bunyi, terutama pada unit yang sering dipakai di jalan rusak. “Rack steer cukuup sering muncul di beberapa unit HRV terutama pemakaian di jalan rusak. Estimasi perbaikan sekitar Rp 2 juta sampai Rp 5 jutaan tergantung kondisi,” ucapnya. Pada sektor kenyamanan, AC juga perlu dicek sebelum membeli. Masalah umum biasanya berasal dari evaporator kotor, magnetic clutch rusak, atau kompresor mulai lemah. Biaya perbaikan AC cukup bervariasi, mulai ratusan ribu rupiah hingga beberapa juta rupiah tergantung tingkat kerusakannya. Selain mekanikal, calon pembeli juga disarankan memeriksa bagian interior dan kelistrikan. “Perhatikan tombol audio, head unit, kamera mundur, dan sensor-sensor karena kadang ada gangguan akibat usia atau bekas banjir,” ucapnya. Karena itu, sebelum membeli Honda HR-V bekas, sebaiknya lakukan pengecekan menyeluruh agar terhindar dari biaya perbaikan besar di kemudian hari. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang