Honda HR-V bekas bisa menjadi salah satu pilihan menarik bagi konsumen yang mencari SUV nyaman untuk penggunaan harian. Mobil ini menawarkan kabin yang lega dan nyaman, serta konsumsi bahan bakar yang relatif efisien. Selain itu, harga bekasnya kini juga semakin terjangkau sehingga cocok untuk konsumen dengan bujet terbatas. Namun, sebelum memutuskan membeli HR-V bekas, calon pembeli sebaiknya tidak hanya tergiur tampilan luar atau harga murah. Kondisi mesin, transmisi, hingga riwayat perawatan wajib dicek secara detail agar tidak menyesal di kemudian hari. Iwan, pemilik bengkel Iwan Motor di Solo, mengatakan ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan sebelum membeli HR-V bekas, terutama untuk memastikan mobil masih dalam kondisi sehat dan layak pakai. Honda HR-V 1.5L E Special Edition “Sebelum membeli HR-V bekas, yang paling penting diperhatikan riwayat servis rutin. Usahakan ada buku servis atau record bengkel,” kata Iwan kepada Kompas.com, baru-baru ini. Menurut dia, riwayat servis menjadi indikator penting untuk mengetahui apakah mobil dirawat secara berkala atau tidak. Mobil yang rutin servis biasanya memiliki kondisi mesin dan komponen yang lebih terjaga. Selain itu, calon pembeli juga wajib memperhatikan kondisi transmisi CVT saat melakukan test drive. Iwan menyarankan agar mobil dicoba langsung di berbagai kondisi jalan untuk memastikan performanya masih normal. “Cek kondisi transmisi CVT saat test drive harus halus, tidak ngempos, tidak jedug, dan tidak meraung,” kata Iwan. Gejala seperti hentakan, suara dengung berlebih, atau akselerasi terasa berat bisa menjadi tanda adanya masalah pada transmisi CVT. Jika dibiarkan, biaya perbaikannya pun tidak murah. Pengecekan bekas tabrakan dan banjir juga tidak boleh dilewatkan. Menurut Iwan, bagian rangka, lantai kabin, baut fender, hingga karpet perlu diperiksa dengan teliti untuk memastikan mobil tidak memiliki riwayat kerusakan berat. “Cek bekas tabrakan atau banjir, lihat rangka, lantai kabin, baut-baut fender, karpet,” ujarnya. Tidak hanya itu, kondisi kaki-kaki dan rack steer juga wajib diperhatikan karena komponen tersebut cukup sering mengalami keausan pada mobil yang sudah berumur atau sering dipakai harian.“Periksa kaki-kaki dan rack steer karena biaya perbaikannya lumayan kalau banyak PR,” kata Iwan. Untuk pemeriksaan lebih detail, Iwan menyarankan calon pembeli melakukan scan ECU bila memungkinkan. Langkah ini berguna untuk mengetahui apakah ada error tersembunyi yang tidak terlihat secara kasat mata. “Scan ECU bila memungkinkan untuk memastikan tidak ada error tersembunyi,” ucapIwan. Terakhir, ia mengingatkan agar nomor rangka dan nomor mesin dicocokkan dengan STNK maupun BPKB. Hal tersebut penting untuk menghindari masalah legalitas di kemudian hari. “Cocokkan nomor rangka dan mesin dengan STNK/BPKB. Ini wajib, jangan sampai timbul masalah kemudian hari,” kata Iwan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang