Toyota Vios Hybrid menjadi salah satu sedan hybrid yang menawarkan efisiensi bahan bakar untuk penggunaan harian, khususnya di area perkotaan dengan lalu lintas padat. Vios Hybrid mengombinasikan mesin bensin dengan motor listrik untuk menekan konsumsi BBM, terutama saat menghadapi kondisi stop and go yang kerap ditemui di jalanan kota besar. Di atas kertas, Vios Hybrid dibekali mesin berkode 2NR-VEX berkapasitas 1.496 cc empat silinder DOHC Dual VVT-i. Mesin serupa pada Yaris Cross Hybrid dan dipadukan dengan motor listrik untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga performa tetap responsif. Toyota Vios Hybrid EV Saya berkesempatan menjajal Vios Hybrid selama beberapa hari, termasuk melakukan penghitungan konsumsi bahan bakar di berbagai kondisi jalan. Rute Dalam dan Luar Kota Pengujian dilakukan untuk rute dalam kota, jalan kombinasi, hingga luar kota dengan memanfaatkan fitur Multi Information Display (MID) pada panel instrumen. Mobil diisi menggunakan bahan bakar RON 92 dengan mode berkendara normal. Hasilnya, untuk penggunaan dalam kota, Vios Hybrid mencatat konsumsi bahan bakar sekitar 20,9 kilometer per liter (kpl). Angka tersebut diperoleh saat mobil digunakan melewati lalu lintas padat dengan karakter stop and go yang cukup dominan. Sementara untuk rute kombinasi, konsumsi BBM sedan hybrid ini sedikit lebih baik, yakni 21,2 kpl. Hasil tersebut didapat saat mobil melaju di jalur campuran, mulai dari jalan tol hingga rute perkotaan dengan kondisi lalu lintas lancar dan macet sedang. Toyota Vios Hybrid EV Kemudian untuk perjalanan luar kota yang didominasi jalan tol, catatan konsumsi BBM Vios Hybrid mencapai 22,2 kpl. Mengemudi Normal Selama pengujian, penggunaan fitur kendaraan terbilang normal. Air conditioner (AC) tetap aktif, sistem hiburan terkoneksi dengan ponsel, dan mobil digunakan sebagaimana pemakaian harian pada umumnya. Efisiensi bahan bakar memang menjadi salah satu nilai jual utama Vios Hybrid. Kehadiran motor listrik membuat mesin bensin tidak selalu bekerja penuh, terutama saat kecepatan rendah maupun ketika mobil terjebak kemacetan. Meski begitu, angka konsumsi BBM tersebut tentu tidak bisa dijadikan patokan mutlak. Sebab, ada banyak faktor yang memengaruhi efisiensi bahan bakar, mulai dari kondisi jalan, gaya berkendara, beban kendaraan, hingga kualitas bahan bakar yang digunakan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang