Penambahan teknologi hybrid pada Toyota Veloz tentunya bertujuan untuk memberikan efisiensi BBM yang lebih baik, dan juga emisi yang ramah lingkungan. Salah satu cara untuk membuktikan sudah jelas melalui tes jalan. Toyota menfasililtasi hal tersebut kepada beberapa media, dan memilih jalan serta lalu lintas Mataram, Nusa Tenggara Barat untuk jadi sarana pengujian. Kami menempuh rute Senggigi menuju Sirkuit Mandalika. Kebetulan saat pengujian mobil kami diisi 5 penumpang dengan total bobot sekitar 380 kg. Tes Jalan Toyota Veloz hybrid Adanya sistem hibrida pada Veloz memberikan peningkatan pada tenaga dan juga torsi. Kendati demikian, penambahan perangkat elektrifikasi juga memberikan kontribusi bobot lebih berat 130 kg dibanding varian Veloz non hybrid. Jadi sepertinya kelebihan tenaga 5 tk pada Veloz hybrid dianggap lunas dengan penambahan bobot kendaraan. Seperti sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya pada hyperlink di atas, teknologi pintar hybrid terasa mulai bekerja dari putaran bawah saat kendaraan mulai bergulir. Hal tersebut bisa dilihat dari informasi kerja sistem hibrida pada panel meter. Teknologi Power Split Device ToyotaPemilihan sumber tenaga sudah diatur sedemikian rupa sehingga mampu memberikan efisiensi penggunaan daya. Dalam kondisi baterai penuh, EV mode langsung aktif, sehingga beban berat saat menggerakkan mobil dari posisi diam, diambil alih oleh motor listrik. Namun dengan syarat, pedal gas diberi tekanan secara halus bukan langsung dibejek. Bahkan dengan pijakan lembut yang simultan, mode EV alias penggunaan motor sebagai penggerak, bisa dipertahankan hingga kecepatan 50 kpj. Hanya saja kondisi tersebut bisa bertahan sampai kondisi baterai menunjukkan 3 bar pada tampilan panel meter. Setelah itu sumber daya diambil alih oleh mesin. Toyota Veloz HybridPutaran atas Ketika masuk putaran atas dan baterai punya energi yang cukup, proses akselerasi Veloz hybrid menggunakan 2 sumber yaitu motor dan juga mesin. Hal tersbut yang membuat kerja mesin lebih ringan. Analoginya, pada kecepatan yang sama pada Veloz varian non hybrid, semua daya didapat dari mesin. Namun pada tipe hybrid, mesin dibantu dengan motor sehingga porsi kerjanya lebih ringan. Tentunya langsung berpengaruh pada pasokan BBM ke mesin. Setelah menempuh perjalanan sekitar 70 km, akhirnya kami sampai di Sirkuit Mandalika. Sebagai tambahan informasi, AC aktif, karakter jalan menanjak, menurun dan beberapa kemacetan ringan menjadi menu perjalanan kami Konsumsi BBM Toyota Veloz HybridKetika melihat MID, kami cukup puas dengan hasil penggunaan BBM yang ditampilkan yaitu 23,5 kpl. Sebuah angka yang cukup baik dan sebuah pembuktian bahwa sistem hibrida pada Veloz memberi kontribusi besar pada sektor efisiensi BBM. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang