Toyota New Veloz Hybrid menawarkan konsumsi bahan bakar yang sangat irit, dengan rata-rata tembus 25 sampai 29 Km per liter dalam pemakaian normal dan rute dalam kota stop and go. Hasil uji internal bahkan menunjukkan angka bisa mencapai lebih dari 30 Km per liter, menjadikannya 40-50 persen lebih efisien dibanding Veloz varian bensin konvensional. Dalam situasi lalu lintas macet, dengan AC menyala, mobil ini tetap irit karena ada peran motor listrik yang akan menggerakkan roda pada kecepatan rendah. Konsumsi ini menjadikan Veloz Hybrid salah satu LMPV 7 seater paling irit di kelasnya. Jodjana Jody, Vice President Director Nasmoco Group, mengatakan, capaian efisiensi tersebut menjadi andalan utama Veloz Hybrid di mata konsumen Indonesia. “Mobil 7 seater, hemat BBM, bertenaga, ramah lingkungan, bisa ngecas sendiri, sehingga mobil ini tak hanya memberikan kepuasan kepada pelanggan tapi juga memberi rasa aman, tak perlu charger,” ucap Jody di Yogyakarta, Rabu (18/2/2026). Efisiensi tersebut tak lepas dari teknologi yang disematkan pada Veloz Hybrid, yakni mengandalkan motor listrik yang bisa menggerakkan roda saat kecepatan pelan. Veloz Hybrid EV Lintas Nusa Dampaknya, saat mobil terjebak kemacetan, stop and go, jalan pelan, motor listrik yang akan menggerakkan roda. Sementara mesin bensin akan berhenti, tak ada BBM yang terbakar, selama baterainya terisi. “Mobil hybrid ini akan lebih boros ketika sering dipakai ngebut di jalan tol, sama seperti pada umumnya, karena saat kondisi tersebut mesin bensin akan bekerja, tapi saat macet, jalan pelan, motor listrik yang kerja,” ucap Jody. Konsumen juga perlu tahu, bahwa teknologi hybrid yang umumnya ditemui pada mobil penumpang ada dua jenis, yakni full hybrid dan mild hybrid. “Mild hybrid seperti yang ada di kompetitor, motor listriknya tak bisa menggerakkan roda, dia hanya membantu akselerasi, kalau full hybrid, motor listrik bisa menggerakkan mobil, sehingga bisa lebih irit BBM,” ucap Jody. Maka dari itu, dalam kondisi normal Veloz hybrid bisa sangat irit dengan pencapaian 28,9 Km per liter. Sementara pada kondisi tertentu, dengan cara berkendara tertentu bisa lebih irit lagi. “Tergantung kaki pengendaranya kan, dibuat lebih irit lagi bisa, dia jalan 40-50 Km per jam, motor listriknya saja yang kerja, mesin total tidak bekerja, ini menjadi daya tarik utama Veloz Hybrid,” ucap Jody. Dengan demikian, biaya operasional harian, khususnya untuk pembelian bensin bisa jauh lebih hemat. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang