Persaingan mobil elektrifikasi di Indonesia kian ramai, dan salah satu pemain baru yang ikut mencuri perhatian adalah Lepas L8. Model ini hadir dengan teknologi hybrid yang diklaim mampu memberikan efisiensi bahan bakar jauh di atas rata-rata mobil konvensional. Meningkatnya minat konsumen terhadap kendaraan yang hemat BBM, ada satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah seirit apa konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Menjawab hal tersebut, Indra Wirabakti, Product Manager Lepas Indonesia, membeberkan angka efisiensi yang telah diuji oleh pihak pabrikan. Menurutnya, L8 menawarkan konsumsi bahan bakar yang sulit disaingi mobil sekelasnya. “Kombinasi konsumsi BBM antara kondisi baterai dan bensin full kita bisa mendapatkan 1,49 liter per 100 kilometer (sekitar 67 Km per liter) ,” ujar Indra, di ICE BSD, Tangerang, Selasa (25/11/2025). Bodi kokoh nan futuristik SUV premium LEPAS L8. Angka tersebut mencerminkan karakter L8 sebagai kendaraan hybrid yang optimal memadukan tenaga motor listrik dan mesin bensin, beban kerja mesin dapat ditekan seminimal mungkin. Hasilnya, penggunaan bahan bakar menjadi jauh lebih efisien terutama saat mobil melaju di kecepatan rendah hingga menengah situasi yang umum terjadi di perkotaan. Selain itu, Efisiensi ini juga menjadi nilai tambah bagi konsumen yang menginginkan kendaraan ramah lingkungan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pengisian daya listrik eksternal. L8 dapat tetap beroperasi seperti mobil biasa, namun dengan konsumsi BBM yang jauh lebih hemat. Dengan klaim efisiensi mencapai 67 km per liter, Lepas L8 membuka peluang baru bagi konsumen yang mencari mobil ekonomis tanpa mengorbankan performa atau kenyamanan. Kini tinggal menunggu bagaimana respons pasar ketika model ini resmi beredar lebih luas di Indonesia. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih. Berikan apresiasi sekarang