Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di, Cebu, Filipina, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang berlangsung pada 7-8 Mei 2026. Kehadirannya di sana menarik perhatian karena untuk pertama kalinya dalam kunjungan luar negeri, Kepala Negara dijemput menggunakan Maung, kendaraan taktis ringan hasil pengembangan industri pertahanan nasional oleh PT Pindad. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, penggunaan kendaraan taktis ringan buatan dalam negeri dalam resmi kegiatan kenegaraan tersebut sebagai simbol kemandirian bangsa serta kemajuan industri pertahanan nasional. Kendaraan Maung MV3 Garuda Limousine yang digunakan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saat menghadiri sidang tahunan MPR-RI, di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025). “Penggunaan Maung di forum internasional ini bukan sekadar alat transportasi, tetapi sebagai simbol kemandirian, kepercayaan diri bangsa, dan kemajuan industri nasional Indonesia. Maung menjadi sebuah simbol diplomasi,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip Sabtu (9/5/2026). Menurut dia, Maung telah dikembangkan sejak Prabowo masih menjabat Menteri Pertahanan. Saat ini produksinya di Pindad sudah mencapai 3.200 unit dan telah digunakan untuk berbagai operasi serta kebutuhan nasional. “Maung telah dikembangkan sejak Bapak Prabowo menjadi Menteri Pertahanan dan saat ini produksinya di Pindad telah mencapai 3.200 unit, dan telah digunakan dalam berbagai operasi dan kebutuhan dalam negeri,” kata Teddy. “Dari dalam negeri, untuk Indonesia, hadir di panggung dunia,” lanjutnya. Sebagai informasi, kendaraan yang digunakan Prabowo di Cebu merupakan Maung MV3 Garuda Limousine, varian terbaru dari keluarga Maung yang dikembangkan Pindad. Presiden Prabowo Subianto menaiki Maung Garuda di Filipina, Kamis (7/5/2026). Mobil tersebut memiliki dimensi panjang 5,05 meter, lebar 2,06 meter, tinggi 1,87 meter, dan bobot mencapai 2,95 ton. Untuk dapur pacu, Maung Garuda dibekali mesin 2.200 cc bertenaga 199 dk yang dipadukan transmisi otomatis 8-percepatan. Aspek keamanan juga menjadi perhatian utama. Material bodi menggunakan composite armor yang mampu menahan tembakan amunisi kaliber 7,62 x 51 mm NATO dan 5,56 x 45 mm M193. Selain itu, kaca kendaraan memakai standar antipeluru level B5/B6 serta ban Run Flat Tyre (RFT) 21 inci yang tetap dapat digunakan meski mengalami kebocoran. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang