Presiden Prabowo Subianto mengaku banyak rakyat yang ingin menyapa dirinya saat melakukan kunjungan. Prabowo meminta PT Pindad untuk mendesain mobil khusus untuk Presiden menyapa masyarakat.Saat peresmian 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Nganjuk, kemarin, Prabowo bilang rakyat banyak yang keluar jalan. Dia tidak ingin Presiden hanya ada di dalam kendaraan ketika rakyatnya keluar jalan."Rakyat begitu banyak keluar jalan, masa Presiden di dalam kendaraan. Kan nggak lucu. Terpaksa aku berdiri. Bener nggak? Bener. Aku berdiri, rakyat kita itu mau kasih tangan, masa kita nggak kasih tangan. Jadi, aku coba kasih tangan. Tetapi, aduh, ini memang rakyat Jawa Timur ya tangannya itu keras-keras. Rupanya, Jawa Timur banyak petaninya ya, emak-emaknya juga keras tangannya. Habis2-3 kali kunjungan, waduh, harus pakai minyak khusus aku," kata Prabowo saat menyampaikan pidato peresmian 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Nganjuk, kemarin, seperti dikutip YouTube Sekretariat Presiden. "Tetapi itulah risiko, saya bilang mereka tunggu berjam-jam di (bawah) matahari. Ini saya lagi mikir, minta Pindad, mana itu Profesor Sigit (Sigit P. Santosa, Direktur Utama Pindad), mana itu? Nggak ada? Coba didesain mobil khusus untuk Presiden pakai kaca gitu, yang ada kursi tetapi kelihatan aku berdiri. Boleh dong. Eh, gue ini udah 75 tahun ini," kata Prabowo kepada Pindad.Saat ini Presiden Prabowo menggunakan mobil kepresidenan yang dibuat oleh PT Pindad. Mobil yang digunakan Presiden Prabowo itu modoelnya adalah MV3 Garuda Limousine. Ini merupakan varian pengembangan terbaru dari seri MV3. Desainnya dikembangkan secara langsung mengikuti arahan Presiden Prabowo.Secara dimensi, Garuda Limousine memiliki panjang 5,05 meter, lebar 2,06 meter, dan tinggi 1,87 meter. Meski bobotnya 2,95 ton, namun kendaraan itu dirancang tetap nyaman dipakai kepala negara.MV3 Garuda Limousine ditenagai mesin bertenaga 199 dk yang dikawinkan transmisi otomatis delapan percepatan. Top speed-nya diklaim hanya tembus 100 km/jam. Meski tak terlalu kencang, namun kecepatan itu dirasa cukup untuk menunjang perjalanan presiden.Pindad juga menempatkan aspek keamanan sebagai prioritas utama. Material bodi menggunakan composite armor yang mampu menahan tembakan amunisi kaliber 7,62 x 51 mm NATO dan 5,56 x 45 mm M193. Kaca mobil berstandar antipeluru level B5/B6, sedangkan ban berukuran 21 inci tipe Run Flat Tyre (RFT) memungkinkan kendaraan tetap melaju meski dalam kondisi bocor.