Daftar Isi Kontroversi Pengadaan 25.000 Motor Listrik Purbaya Kecolongan Pengadaan Motor Listrik BGN Kepala BGN Dadan Hindayana dicopot dari jabatannya. Sekadar kilas balik, saat jadi Kepala BGN, Dadan pernah melakukan pengadaan motor listrik bernilai triliunan.Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk mengganti pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN). Ada tiga pimpinan BGN yang dicopot dari jabatannya, mulai dari Kepala BGN Dadan Hindayana, dan dua Wakil BGN yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya. Pengumuman itu disampaikan langsung Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. "Pada hari ini Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional, pertama adalah Saudara Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, kedua Saudara Lodewyk Pusung sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, yang ketiga Saudara Sony Sonjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, tentunya disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras dedikasi selama ini di dalam membangun fondasi dan mengembangkan Badan Gizi Nasional," ujar Pras saat konferensi pers.Dadan pun bukan suara terkait pencopotan tersebut. Menurutnya, pergantian ini merupakan hak mutlak dari Presiden Prabowo. Dia juga mengucap terima kasih sudah diberi kesempatan mengemban jabatannya selama satu setengah tahun terakhir."Beliau paham betul yang terbaik untuk melaksanakan program kerja yang dicanangkan," ujar Dadan.dealer motor listrik MBG Emmo di Grogol, Jakarta Barat. Foto: Septian Farhan Nurhuda/detik.comKontroversi Pengadaan 25.000 Motor ListrikDi bawah pimpinan Dadan, BGN cukup menuai sorotan. Salah satunya terkait dengan pengadaan 25 ribu unit motor listrik yang diklaim untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dadan tak gamblang menyebut detail jumlah anggaran untuk pengadaan 25.000 motor listrik itu. Ditelusuri detikOto dalam laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan Inaproc milik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, untuk pengadaan kendaraan roda dua ada beberapa paket.Namun yang jumlahnya fantastis ada dua paket, masing-masing bernilai Rp 1,22 triliun dari sumber dana APBN dengan metode pemilihan e-purchasing. Tertulis paketnya berupa 'Pengadaan Kendaraan Roda 2 untuk SPPI wilayah I, wilayah II, dan wilayah III. Sementara paket satu lagi tertulis 'Pengadaan Kendaraan Roda 2 untuk SPPI di seluruh wilayah Indonesia'.Masing-masing jumlah volumenya 24.400 unit. Maka kalau ditotal jumlahnya 48.800 unit. Tak dijelaskan detail soal jenis motor ataupun harganya. Namun kalau berdasarkan video yang beredar, motor itu adalah Emmo JVX GT yang juga tersedia di katalog Inaproc.Dalam katalog itu, tertulis penjualnya adalah PT Yasa Artha Trimanunggal. Satu motor harganya Rp 49,95 juta sudah termasuk PPN 12 persen. Jika dihitung harga satuan motor listrik Emmo JVX GT dikalikan dengan jumlah 24.400 unit, maka totalnya sekitar Rp 1.218.780.000.000.Motor Listrik Emmo JVX GT Foto: Dok. EmmoKalau ada dua paket dengan jumlah yang sama, itu artinya total anggaran yang dikeluarkan untuk motor listrik operasional MBG sebesar Rp 2.437.560.000.000 (2,4 triliunan).Pengadaann ini tentu membuat publik bertanya-tanya. Sebab, meski sudah memesan puluhan ribu unit namun motor listrik Emmo itu hanya punya satu dealer di Indonesia. Saat tim detikOto berkunjung pada April lalu, di kawasan Grogol, Jakarta Barat, fasilitas dealer hingga bengkel bahkan belum selesai sepenuhnya. Padahal, 25 ribu unit motor listrik yang dipesan untuk MBG akan disebar ke SPPG se-Indonesia.Purbaya Kecolongan Pengadaan Motor Listrik BGNDi lain sisi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku kecolongan dalam pengadaan motor listrik Badan Gizi Nasional (BGN). Padahal Purbaya sudah menolak pengadaan tersebut, tapi BGN masih bisa membelinya. Menurut Purbaya, hal ini tak lepas dari celah sistem di DJA (Direktorat Jendral Anggaran) yang membuat belanja-belanja yang seharusnya tidak perlu, justru sempat lolos. Ia pun meminta agar sistem di DJA tidak menimbulkan kecolongan lagi."Tahun lalu kita sudah menolak beli motor untuk BGN. Jadi, saya tolak. Pokoknya ada kebocoran dari acara tertentu malah melewati itu sehingga softwarenya tidak terdeteksi ya, sehingga sempat keluar. Sekarang sudah kita perbaiki dan hal seperti itu akan kita kurangi semaksimal mungkin," jelas Purbaya