Langkah strategis menuju kemandirian industri otomotif nasional kembali ditegaskan oleh pemerintah. Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan komitmen kuatnya untuk mendorong Indonesia tidak sekadar menjadi basis pasar bagi produk otomotif global, melainkan mampu memproduksi kendaraan secara mandiri melalui optimalisasi sumber daya manusia dan teknologi lokal. Pernyataan tersebut disampaikan langsung dalam forum konstitusional tertinggi bersama jajaran legislatif. Pada Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026, Rabu (20/5/2026), Prabowo mengatakan, Danantara akan mempercepat pembiayaan pembangunan, khususnya investasi dan modal kerja untuk percepatan industrialisasi. Visi besar ini menjadi sinyalemen serius bahwa arah kebijakan ekonomi ke depan akan bertumpu pada hilirisasi manufaktur yang komprehensif. Sektor otomotif, yang selama ini menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional, dibidik untuk naik kelas dari sekadar perakitan (assembling) menuju tahap manufaktur penuh berskala domestik. TMI mendapat mandat Presiden RI kembangkan mobil nasional dengan IP lokal, target produksi massal pada 2027-2028. "Kita harus industrialisasi, kita harus bikin mobil kita sendiri, kita harus bikin motor kita sendiri," ujar Prabowo. Sebagai langkah konkret untuk merealisasikan ambisi tersebut, pemerintah dilaporkan telah mulai mengonsolidasikan kekuatan akademis dan praktisi teknologi dari berbagai institusi papan atas di dalam negeri. Sinergi ini diharapkan mampu menjembatani celah riset dan pengembangan (research and development) yang selama ini kerap menjadi tantangan terbesar dalam industri otomotif lokal. TMI mendapat mandat Presiden RI kembangkan mobil nasional dengan IP lokal, target produksi massal pada 2027-2028. "Kita tidak boleh hanya jadi pasar untuk bangsa lain, dan kita akan lakukan itu. Saya sudah kumpulkan profesor-profesor kita, pakar-pakar kita. Saya katakan, pengabdianmu untuk bangsa, wujudkan hari ini," kata Prabowo. Keterlibatan para pakar dan sokongan finansial yang terarah ini diharapkan dapat melahirkan ekosistem industri yang kompetitif, sekaligus menjawab tantangan transisi teknologi kendaraan yang kini tengah berkembang pesat di pasar global. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang