Isu mengenai kehadiran Toyota Veloz Hybrid kembali mengudara menjelang akhir 2025. Namun, Auto2000 sebagai jaringan diler terbesar Toyota di Indonesia memilih untuk belum banyak berkomentar terkait rencana peluncuran model tersebut. CEO Auto2000 Anton Jimmi Suwandy mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu langkah resmi dari perseroan. Satu hal yang pasti, pihaknya tengah meramu berbagai strategi untuk meningkatkan penjualan di akhir tahun ini. Toyota Veloz tampil di GIIAS 2025 “Saya belum bisa komentar untuk produk yang belum ada. Mungkin nanti kita tunggu di GJAW (Gaikindo Jakarta Auto Week) 2025,” ujar Anton ditemui di Bekasi, Jawa Barat, Senin (3/11/2025). Meski demikian, Anton tak menampik bahwa kehadiran model hybrid baru dari Toyota berpotensi menjadi pendorong penjualan di tengah tren pasar otomotif yang sedang lesu. “Pastinya apa pun itu kita gunakan sebagai booster untuk penjualan. Apalagi per bulannya penjualan kita masih di angka 60–70 ribuan, boleh dibilang sangat turun dibanding periode sebelumnya,” kata dia. Anton menjelaskan, pasar otomotif nasional pada 2025 memang menghadapi tantangan cukup besar dibandingkan tahun lalu. Meski demikian, di sisi lain, permintaan terhadap kendaraan elektrifikasi, khususnya hybrid, justru terus meningkat. “Kalau refleksi tahun ini dibandingkan tahun lalu, memang yang sangat disayangkan market mengalami penurunan. Kita sangat senang bahwa hybrid komposisinya bertambah, meski volume tetap,” ujarnya. Menurut Anton, peningkatan tren tersebut terlihat di berbagai segmen kendaraan. “Kita lihat kelas atas, menengah, sedikit ke bawah itu mayoritas sudah memilih hybrid. Misalnya Alphard, Innova Zenix, Yaris Cross itu mayoritas hybrid (penjualannya),” ucapnya. Ia berharap, penambahan model hybrid di masa mendatang bisa semakin memperkuat komposisi kendaraan elektrifikasi Toyota di pasar domestik. “Mudah-mudahan apa pun kalau ada produk-produk yang ditambahkan hybrid bisa jadi akan mayoritas. Selain itu juga BEV, apalagi kemarin Toyota sudah memperkenalkan model baru dan akan ada yang produksi lokal, elektrifikasi jalan terus,” tutur Anton. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan HEV sepanjang Januari-September 2025 memang menunjukkan tren positif dengan capaian 46.240 unit. Namun secara keseluruhan, penjualan mobil di Tanah Air masih melemah. Pada periode sama, total wholesales tercatat sebanyak 561.819 unit atau turun 11,3 persen dibandingkan periode yang sebelumnya. Sementara kabar kehadiran Veloz Hybrid di Tanah Air muncul setelah adanya kode kendaraan baru “W102RE” di laman Samsat DKI Jakarta, yang diyakini sebagai varian Veloz bermesin hybrid. Dari data itu, varian pertama tercatat memiliki nilai jual kendaraan (NJKB) sebesar Rp 264 juta, sedangkan varian yang lebih lengkap dengan fitur keselamatan Toyota Safety Sense (TSS) tercatat di angka Rp 284 juta. Veloz Hybrid juga sempat diprediksi hadir pada pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, setelah beredar siluet bertuliskan Toyota Veloz GR HEV dari salah satu lembaga pembiayaan kendaraan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.