Pemerintah China resmi melarang penggunaan gagang pintu rata pada mobil listrik. Desain gagang tersembunyi yang populer berkat Tesla Model S itu dianggap berbahaya saat kendaraan mengalami kecelakaan.Disitat dari Carscoops, Selasa (3/2), ketika mobil kecelakaan dan aliran listrik mati, gagang pintu rata tak bisa berfungsi. Kondisi tersebut membuat pengemudi dan penumpang tak bisa keluar dari kendaraan. Meski larangan telah diumumkan, namun aturan itu baru berlaku secara resmi mulai 1 Januari 2027. Nah, sejak saat itu hingga seterusnya, mobil listrik yang dijual di China harus memiliki gagang pintu mekanis, baik di luar maupun dalam kabin. Sementara model yang sudah terlanjur disetujui masih diberi masa transisi hingga 2029.Gagang pintu rata. Foto: Motor1.Keputusan itu muncul setelah beberapa insiden besar, termasuk kecelakaan mobil listrik Xiaomi yang terbakar hebat. Dalam laporan yang beredar, penumpang dan tim penyelamat kesulitan membuka pintu karena sistem elektronik gagal berfungsi. Otoritas keselamatan setempat langsung mengevaluasi standar akses darurat pada kendaraan listrik.Regulasinya dibuat sangat detail. Gagang pintu luar harus memiliki cerukan minimal 60 x 20 mm agar bisa digenggam secara fisik pascakecelakaan. Di dalam kabin, tuas pembuka pintu wajib diberi penanda visual yang jelas, lengkap dengan petunjuk darurat berukuran minimum 1 x 0,7 cm. Pabrikan juga tak lagi boleh mengandalkan sistem elektronik saja, meski dilengkapi baterai cadangan atau kabel mekanis tersembunyi.Menariknya, saat ini ada 60 persen mobil ramah lingkungan di China yang masih menggunakan gagang pintu tersembunyi, terutama di segmen premium. Model seperti Tesla Model 3, Nio, Li Auto, Xpeng, dan Xiaomi masuk daftar yang terdampak.Sejumlah pabrikan sebenarnya sudah mulai berbenah. Geely dan BYD diam-diam kembali ke desain gagang pintu konvensional. Tesla pun mengakui tengah menyiapkan solusi baru. Meski begitu, perubahan itu tak mudah. Kabarnya, biaya penyesuaian bisa mencapai 100 juta yuan atau Rp 240 miliaran per model.Meski hanya berlaku di China, efeknya diyakini akan global. Demi efisiensi produksi, pabrikan besar kemungkinan akan memilih satu desain gagang pintu yang patuh regulasi untuk semua pasar. Artinya, tren gagang pintu tersembunyi bisa mulai ditinggalkan secara luas.Menariknya, larangan tersebut hanya berlaku untuk mobil listrik, bukan kendaraan bermesin bensin. Padahal, secara fungsi dasar, banyak mobil konvensional juga menggunakan sistem pintu berbasis listrik dengan baterai 12 volt. Beberapa SUV malah punya gagang pintu pop-out elektrik yang berpotensi bermasalah dalam kondisi ekstrem.