Pergerakan lalu lintas pada masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) tidak hanya menunjukkan peningkatan volume kendaraan, tetapi juga perbaikan kinerja perjalanan di jalur tol Trans-Jawa. Pemerintah mencatat adanya peningkatan kecepatan rata-rata kumulatif perjalanan Jakarta–Semarang dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Dalam evaluasi penyelenggaraan angkutan Nataru, tercatat kecepatan rata-rata kumulatif perjalanan Jakarta–Semarang naik 0,67 persen dari sebelumnya 83,45 Km/jam menjadi 84,02 Km/jam. Kendaraan yang melintas di Gerbang Tol Kalikangkung Semarang, Jawa Tengah, Minggu (6/4/2025).  Peningkatan ini turut berdampak pada pemangkasan waktu tempuh rata-rata kumulatif sebesar minus 0,83 persen, dari 5 jam 13 menit menjadi 5 jam 10 menit. Perbaikan kinerja perjalanan juga terjadi pada arus sebaliknya. Kecepatan rata-rata kumulatif Semarang–Jakarta naik signifikan 5,3 persen, dari 80,86 Km/jam menjadi 85,14 km/jam. Dampaknya, waktu tempuh rata-rata kumulatif berkurang 5,2 persen, dari 5 jam 23 menit menjadi 5 jam 6 menit. Kondisi lalu lintas di GT Cikampek Utama 2 Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek). “Untuk jalur sebaliknya yakni Semarang - Jakarta juga terdapat peningkatan kecepatan rata-rata kumulatif,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan, dalam keterangan resmi, Minggu (28/12/2025). “Naik 5,3 persen terhadap Nataru tahun sebelumnya yang semula 80,86 Km/Jam menjadi 85,14 Km/Jam. Perbaikan waktu tempuh rata-rata kumulatif lebih cepat 5,2 persen terhadap Nataru tahun lalu yang semula 5 jam 23 menit menjadi 5 jam 6 menit,” kata dia. Aan mengapresiasi kerja sama seluruh petugas gabungan di lapangan dan mengimbau agar pelayanan tetap konsisten, terutama dalam menjaga aspek keselamatan pengguna jalan. Ilustrasi jalan Tol Layang MBZ Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama periode liburan. “Di tengah kondisi cuaca ekstrem, kami juga berharap semua lapisan masyarakat dapat memaklumi apabila ada penundaan perjalanan karena itu dilakukan untuk mengutamakan keselamatan seluruh penumpang,” ucap Aan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang